Aroma Suap di Final Piala AFF-16

by

Aroma Suap di Final Piala AFF-16

Jatinangorku.com – Save Our Soccer (SOS), kelompok pemerhati sepak bola Indonesia mencurigai terjadi pengaturan skor pada laga final Piala Asia U-16 di Myanmar, Senin (2/9/2013) lalu.

Saat itu, Timnas U-16 Indonesia takluk dalam drama adu penalti melawan Timnas U-16 Malaysia.

Pada laga yang disiarkan salah satu stasiunn televisi swasta itu, skuad Garuda Muda seharusnya memenangkan laga itu. Gatot Wahyudi dan kawan-kawan terlihat bermain apik dan mengakhiri babak pertama dengan keunggulan 1-0. Namun pada 45 menit kedua, terjadi penurunan kinerja. Puncaknya, Malaysia menyamakan skor di injury time.

Partai harus ditentukan lewat babak adu penalti yang dimenangi Malaysia dengan skor 3-2.

“Saya melihatnya seperti tidak ‘dijuarakan’. Indikasinya pertandingan babak pertama dan kedua kok beda. Buktinya memang sulit tapi ya saya melihatnya dari situ saja,” kata Apung Widadi, aktivis Save Our Soccer (SOS) kepada Berita Kota Super Ball, Jumat (5/9/2013).

Menaggapi dugaan ini, asisten pelatih Timnas U-16 Mundari Karya menjelaskan, penurunan stamina terjadi karena intensitas pertandingan yang tinggi. Hal itu membuat ketahanan fisik menurun. Apalagi, dua hari sebelumnya, Indonesia bermain 2-2 kemudian menang 5-4 via adu tendangan penalti melawan Australia.

“Stamina pemain saat itu terkuras,” ujar Mundari yang kini memimpin tim menjalani pemusatan latihan nasional di Yogyakarta guna persiapan menjelang kualifikasi Piala Asia U-16 2014 di Kuala Lumpur, Malaysia, akhir bulan ini.

Indikasi lainnya, sebelum tampil di Myanmar, tim polesan Sutan Harhara itu menggelar pemusatan latihan nasional (pelatnas) di Janda Baik, Pahang, Malaysia. Lokasi itu merupakan tempat Akademi Frenz United FA di mana Sutan menjabat sebagai Direktur Teknik Frenz Indonesia.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Sekolah Sepak Bola Indonesia (ASSBI) Taufik Jursal Effendi, strategi menggelar pelatnas di sana kurang tepat. Malaysia notabene pesaing Indonesia di wilayah Asia Tenggara.

“Sama saja memperlemah diri. Seperti ketika mau perang, idealnya dalam mempersiapkan pasukan ada strategi khusus yang tidak boleh diketahui lawan. Ini kita malah ke sana dan justru memudahkan lawan untuk mengidentifikasi kekuatan Indonesia,” ujar Taufik.

ASSBI hanya mengingatkan agar PSSI dan Badan Tim Nasional (BTN) memiliki strategi jitu dalam menggelar pelatnas. Jika hanya bertanding dengan tim internasional seperti yang dilakukan timnas U-19 tidak bermasalah

Aktivis SOS lainnya, Richar Achmad Supriyanto menilai, pelaksanaan pelatnas di Malaysia perlu digugat. Apalagi, saat yang sama Sutan menjadi Direktur Teknik Frenz Indonesia yang markasnya di Malaysia.

 

 

Sumber : http://id.olahraga.yahoo.com