Cadas Pangeran, Jalan yang Dibuat Beralaskan Darah

Cadas Pangeran, Jalan yang Dibuat Beralaskan DarahDe Grote Postweg atau jalan raya pos yang dibangun pada 1808 di masa Herman Willem Daendels, Gubernur Hindia Belanda di masa itu, merupakan satu diantara even sejarah yang memakan banyak korban.

Banyak warga pribumi yang menjadi korban kerja paksa selama pembangunan jalan raya sepanjang 1044 kilometer.

Satu di antara banyak tempat yang paling sulit dan memakan banyak korban di sepanjang Anyer hingga Panarukan adalah Cadas Pangeran.

Sejarah Cadas Pangeran diceritakan Raden Moch Ahmad Wiraatmadja (77), ketika ditemui Tribun Jabar di kediamannya di Sumedang, Jumat (11/8/2017).

“Jadi memang kontur alam di Sumedang itu dari dulu pun sulit,” ujar Aom Ahmad, panggilan akrabnya.

Aom Ahmad menjelaskan, pembuatan jalan raya pos yang Daendels gagas terbentur oleh kontur cadas di wilayah Sumedang.

Namun meski harus melewati cadas yang keras, Daendels tetap bersikeras agar Sumedang dapat menyelesaikan bagian jalan raya pos.

Yang terjadi kemudian, menurut Aom Ahmad, masyarakat Sumedang yang dipaksa bekerja membuat jalan banyak yang kehilangan nyawa.

“Alat-alat yang digunakan seadanya kemudian alam yang keras, kan kalau bahasa Sunda itu ‘leuweung geledegan’ atau hutan belantara,” ujar Aom Ahmad.

Kemampuan masyarakat yang terbatas ditambah perbekalan yang tidak memadai membuat pembuatan jalan tidak sesuai jadwal yang ditentukan.

Yang memperparah keadaan, akibat bekerja di hutan belantara, banyak pekerja yang terjangkit penyakit atau tewas dimangsa hewan buas seperti macan dan ular.

Tidak sedikit pekerja yang terjatuh dari jurang cadas ketika melakukan pekerjaannya.

Dapat dikatakan, menurut Aom Ahmad, jalan Cadas Pangeran merupakan jalan yang dibangun oleh darah para pribumi yang dipaksa bekerja di bawah perintah Belanda.

“Maka di sekitar Cads Pangeran itu banyak pemakaman-pemakaman tanpa nama,” ujar Aom Ahmad.

Pemakaman tersebut merupakan pemakaman korban tewas saat membuat jalan Cadas Pangeran

Sumber : http://jabar.tribunnews.com