Rencana Pengembangan ITB

Rencana Pengembangan ITB

1. RENCANA AKADEMIK

Kampus sebuah universitas merupakan produk dari pengembangan keilmuan dan kegiatan ilmiah serta pembelajaran yang selalu dituntut untuk dinamis disamping formal. Disamping itu iklim demokrasi yang ada dalam kehidupan sosial kampus menuntut suatu perencanaan kampus yang dapat diterima oleh segenap stakeholder (civitas akademika) dan masyarakat umum.

Dalam perkembangan selanjutnya kampus merupakan salah satu sarana yang memberikan peluang berinteraksi dengan masyarakat industri, akademis dan masyarakat luas dan memberikan teladan serta pembinaan bagi masyarakat sekitarnya sebagai bagian dari tanggung jawab masyarakat akademis.

Dengan demikian Pengembangan Kampus harus mempunyai landasan-landasan yang kuat yang menjadi dasar pemikiran bagi perencanaan Master Plan Kampus.

  • Strategi pengembangan yang sesuai dengan Visi dan Misi ITB dalam mendukung Tridarma Perguruan Tinggi serta mempertimbangkan pengembangan kebutuhan ilmu pengetahuan serta teknologi terapan dan pengembangan pendidikan sesuai kebutuhan yang ada di masyarakat dan industri serta cukup fleksibel dan adaptable terhadap perkembangan kebutuhan tersebut
  • Menerapkan kerangka Visi, Misi dan Strategi kedepan ITB dan tujuan dikembangkannya Kampus ITB di Jatinangor kedalam suatu Master Plan Umum Fisik yang dapat mewadahi kegiatan yang dihasilkan oleh strategi serta cukup fleksibel dalam memberikan ruang gerak perubahan kebutuhan pendidikan dan penelitian terapan yang selalu akan berubah.

Dalam rangka menjalankan misi ITB khususnya yang sejalan dengan kebutuhan peningkatan SDM, maka pengembangan di bidang pendidikan akan diarahkan kepada pembentukan prodi-prodi yang akan menghasilkan SDM yang kompeten dalam bidang-bidang pembangunan kesejahteraan bangsa, khususnya yang menunjang:

  1. peningkatan ketahanan pangan,
  2. pemanfaatan sumber daya alam,
  3. pelestarian lingkungan hidup,

Program pengembangan bidang penelitian di ITB kampus Jatinangor akan menekankan pada:

  1. Penelitian yang berkontribusi kepada kebutuhan masyarakat, dan diutamakan merupakan penelitian utuh yang mengikuti rantai proses mulai dari awal sampai menghasilkan prototype; dalam hal ini adalah teknologi pangan dan bioengineering.
  2. Penelitian yang memanfaatkan sumber daya alam semaksimal mungkin
  3. Penelitian yang tidak menggantungkan diri pada kerjasama dengan institusi luar negeri
  4. Penelitian yang mempunyai keterkaitan yang erat dengan program-program pendidikan dan pengabdian pada masyarakat

Secara umum program akademik yang direncanakan akan dikembangkan di Kampus Jatinangor diantaranya meliputi:

  • Program Sarjana
  • Penelitian Magister dan Doktoral
  • Continuing Education
  • Alih jenjang D3 ke D4
  • Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat
  • Penelitian di Laboratorium Lapangan

Berikut bahasan mengenai detil program yang akan dikembangkan.

1.1. Program Sarjana (S1)

Program Studi yang relevan dengan bidang ilmu pengetahuan yang akan dikembangkan di Kampus Jatinangor diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Bidang Kehutanan dan Bidang Pertanian
    1. Fakultas Kehutanan dan Fakultas Pertanian dilebur ke Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati
    2. Bentuk program studi baru atau revitalisasi program yang ada (agroteknik, agribisnis, manajemen hutan, teknologi hasil hutan)
    3. Bidang Lingkungan, Farmasi, Teknik Kimia  dan Biologi (usulan Prodi baru)
      1. S1 Infrastruktur Air dan Sanitasi
      2. S1 Rekayasa Hayati (Bioengineering)
      3. S1 Food Technology
      4. Bidang Teknik Sipil, Arsitektur, Planologi, Geodesi dan Geologi (usulan Prodi baru)
        1. S1 Teknik Sumber Daya Air
        2. S1 Teknik Hidrografi
        3. S1 Survey dan Pemetaan
        4. S1 Rekayasa Infrastruktur Wilayah dan Kota
        5. Bidang Ekonomi dan Bidang Manajemen
          1. Ekonomi Inovasi
          2. Ekonomi Spasial
          3. Tekno-ekonomi

1.2. Program Pasca Sarjana (S2)

Program Magister yang juga akan menjadi salah satu program yang akan dikembangkan di Kampus Jatinangor. Akan terdapat dua program Master yaitu:

  1. Magister Terapan Inderaja dan Sistem Informasi Geografis
  2. Magister Teknik Air Tanah
  3. Magister Arsitektur Lanskap

1.3. Continuing Education

Mengakomodasi aktivitas sebagai berikut:

  • Keterampilan tenaga pengrajin UKM
  • Pengetahuan dan keterampilan di dalam bidang teknik elektro dan informatika
  • Keahlian dalam bidang desain dan kriya dari artefak tradisional
  • Keahlian dalam bidang teknologi : CAD, CNC Programming, Praktek Bengkel
  • Keahlian dalam bidang manajemen : estimasi dalam pencatatan biaya, manajemen produksi, inspeksi dan pengendalian kualitas

1.4. Alih Jenjang D3 ke D4

Mengakomodasi aktivitas sebagai berikut:

  1. Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI)
  • Teknologi Media Digital
  • Teknik Komputer Jaringan
  1. Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH)
  • Aquaculture
  • Kultur Jaringan
  • Kewirausahaan Desa
  1. Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)
  • Animasi Desain
  • Game
  • Periklanan Berbasis Implementasi Produk
  1. Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
  • Geomatika
  • Pemetaan

1.5. Aktivitas Penelitian

Kegiatan penelitian kampus diakomodasi dalam dua jenis fasilitas yaitu Techno-Park dan Laboratorium Lapangan.

Techno-park

Mengakomodasi aktivitas sebagai berikut:

  1. Pusat Teknik Produksi Mesin
  2. Sustainable Energy Park
  3. Pusat Pengembangan Teknologi Hasil Hutan dan Pertanian
  4. Pusat  Pengembangan Industri  Berbasis Kreatif
  5. Bio Technopark
    1. Pusat Myco-Tech (Budi Daya Jamur)
    2. Fermentation Center
    3. Community Based Design Center
      1. SME Packaging Center
      2. Development & Design Center
      3. Inkubator Wirausaha Baru IKM Bidang Permesinan
      4. Pusat Ekstraksi Herbal
      5. Lab Doping

Laboratorium Lapangan

Mengakomodasi aktivitas sebagai berikut:

  1. Lab. Mekanisasi Pertanian
  2. Lab. Geologi Lapangan, Geologi Rekayasa dan Lingkungan, Teknik Geologi
  3. Lab. Lapangan Geodesi
  4. Lab. Teknologi Lingkungan Tepat Guna
  5. Lab. Teknik Kelautan
  6. Lab. Geofisika
  7. Stasiun Meteorologi Pendidikan
  8. Animal Breeding House
  9. Lab. Geomekanika dan Peralatan Tambang
  10. Lab. Pemboran dan peledakan
  11. Lab. Metalurgi Proses (pengolahan, ekstraksi, metalurgi fisik

2. PENGEMBANGAN FISIK

Fasilitas eksisting di lahan Jatinangor yang merupakan bagian dari Master Plan lama Universitas Winayamukti hanya terbangun pada sebagian kecil dari keseluruhan lahan. Seluruh fasilitas tersebut dalam kondisi rusak oleh karena rendahnya tingkat pemeliharaan dan tidak terpakai (Gambar 2.5 dan Gambar 2.6). Kondisi bangunan dapat dirangkum sebagai berikut:

A. Fasilitas Akademik dan Pendukung

Pada lahan telah terdapat sejumlah bangunan perkuliahan dari kampus lama Winayamukti yang meliputi bangunan-bangunan sebagai berikut:

  • Gedung Rektorat dan Pusat Administrasi (3 lantai), dengan luas lebih
  • Gedung Fakultas Teknik (3 lantai)
  • Gedung Fakultas Ekonomi (2 lantai)
  • Gedung Fakultas Kehutanan (2 dan 1 lantai)
  • Ruang Kelas (84 ruang)
  • Laboratorium, termasuk laboratorium alam (kehutanan)

Sejumlah fasilitas penunjang meliputi:

  • Perpustakaan
  • Gedung Serba Guna
  • Sejumlah fasilitas Olahraga (lapangan sepakbola, lapangan tenis, dan lapangan basket)

Pada lahan terdapat sebuah struktur bangunan Stadion Olahraga yang belum selesai terbangun.

Bangunan Administrasi dan Perkuliahan Eksisting

Seluruh  aset‐aset  yang  telah  tersedia  tersebut  akan  digunakan  oleh  ITB  dalam  pengembangan  kampus Winayamukti  sebagai  bagian  dari  ITB  Multi  Kampus.  Namun  demikian,  melihat  kondisi  kerusakan  yang terjadi,  maka  untuk  menfungsikan  kembali  bangunan‐bangunan  tersebut  untuk  aktivitas  akademik  ke depannya  perlu  ada  sejumlah  renovasi  pada  seluruh  fasilitas  yang  ada  di  dalam lahan  kampus  ITB Jatinangor.

Beberapa rencana bangunan ITB Jatinangor yang sedang dalam proses perencanaan dan pembangunan seperti terlihat pada gambar-gambar berikut:

Galeri Eksibisi

 

 

 

Gedung F

 

 

Gedung E

 

 

Guest House

B. Peninggalan Sejarah

Pada  bagian  utara  dari  Lahan  dapat  ditemui  sebuah  objek  peninggalan  sejarah,  sebuah  menara  jam(Menara  Loji)  yang dibangun  di  abad  ke‐19  oleh  pemilik  perkebunan  Belanda  (Gambar  2.8).  Menara tersebut  pada  mulanya  berfungsi  sebagai sirene  yang  berbunyi  pada  waktu‐waktu  tertentu  sebagai penanda kegiatan  yang  berlangsung  di  perkebunan  karet  pada  masa penjajahan  Belanda.  Kehadiran menara  jam  tersebut  akan  memberikan  kualitas  pengalaman  yang  khas  yang  berpotensi  untuk digunakan sebagai salah satu focal point ‘penciptaan tempat’ di dalam pengembangan

kampus Jatinangor.

Gambar 2.8  Peninggalan Sejarah
Sumber: Survai Lapangan (2010)
C. Lahan Tanjungsari
Fasilitas akademik dan pendukng yang tersedia di Kampus Tanjungsari diantaranya

meliputi:
 Bangunan Fakultas Pertanian
 Ruang Kelas (14 ruang)
 Laboratorium, termasuk laboratorium alam (pertanian)

3. Program Pengembangan Sarana

3.1 Populasi dan Kapasitas Kampus

Beberapa prinsip dalam pemrograman adalah:

  1. Efisiensi, kapasitas ruang dan bangunan dalam kampus harus sesuai dengan hasil studi kelayakan atau daya tampung yang ditetapkan serta strategi pengembangan jangka panjang
  2. Fleksibilitas dan adaptabilitas
  3. Sustainabilitas, perograman memberikan peluang kepada pembangunan secara bertahap, efisien dan hemat energi.
  4. Keselarasan dengan lingkungan dan perilaku sosial dalam kampus masa depan

Rencana kapasitas dari Kampus ITB di Jatinangor dapat dilihat dalam tabel berikut

3.1.2 Sarana Perkuliahan

Dalam memperkirakan kebutuhan luas sarana dan prasarana Kampus dapat dikategorikan sebagai berikut:

Bangunan Program Sarjana

Setiap bangunan akan mengakomodasi aktivitas sebagai berikut:

  1. Administrasi Program Sarjana
  2. Ruang Dosen dan Lounge
  3. Ruang Kelas
  4. Laboratorium atau Bengkel
  5. Perpustakaan
  6. Ruang bersama untuk aktivitas ekstrakurikuler mahasiswa

Sumber : ditbang.itb.ac.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Protected by WP Anti Spam