IPDN kampus Papua kembali menerima 147 mahasiswa dari IPDN Jatinangor

Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) kampus Papua kembali menerima 147 mahasiswa dari IPDN Jatinangor yang berasal dari beberapa daerah di Indonesia.

Sebanyak 147 mahasiswa tersebut diterima oleh Pemerintah Provinsi Papua, selasa, (3/4), yang diwakili oleh Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Setda Papua, Drs. Elieser Renmaur di lapangan Apel Kantor Gubernur, Dok II Jayapura.

Dalam arahanya kepada praja IPDN Papua, Elieser Renmaur mengatakan, kehidupan di Jatinangor (Jawa Barat) tentu berbeda dengan di Papua. Sebab, di Jatinangor hanya didiami oleh satu suku, sementara di Papua didiami oleh semua suku yang ada di Indonesia.

Oleh karena itu, Praja IPDN Papua harus bisa bergaul dan menyesuaikan diri dengan lingkungan di Kota Jayapura. “Papua juga berbeda dengan daerah lain, karena itu, mental praja benar-benar harus teruji, jika mengikuti pendidikan di Kampus IPDN Papua,” kata Renmaur.

Menurutnya, aksi-aksi demo yang terjadi di Kota Jayapura ini, merupakan aksi dari masyarakat Papua untuk menyampaikan aspirasinya, dan itu sudah sering terjadi. Aksi demo tersebut juga merupakan ujian mental bagi praja-praja IPDN Kampus Papua.

Pada kesempatan itu, Plt Kabag Keadministrasi Keprajaan Kampus IPDN Papua, Edu Fernandez, saat dikonfirmasi wartawan mengatakan, sebanyak 147 mahasiswa tersebut pada 29 dan 30 maret 2012 sudah menempati kampus IPDN Papua di Kotaraja.

Edu mengatakan, ke-147 mahasiswa tersebut terdiri dari 35 orang dan 112 orang putra. Mereka merupakan tambahan mahasiswa baru yang masuk dari Jatinangor ke Kampus IPDN Papua. “Mereka nantinya ditampung bersama mahasiswa yang lebih dulu masuk, sambil menunggu selesainya pembangunan gedung baru yang sementara dalam proses penyelesaian di Buper Waena,” terangnya.

Sesuai aturan IPDN, mahasiswa di awal semester kuliah ditempatkan di kampus pusat IPDN Jatinangor. Baru ketika memasuki semester II baru disebar di kampus yang ada di daerah di seluruh Indonesia, namun setelah masuk semester 7, praja harus kembali ke Kampus Jatinangor.

“Semua mahasiswa IPDN, kata Edu, diwajibkan tinggal di asrama dan mengikuti perkuliahan secara teratur serta harus memenuhi semua kewajiban sebagai mahasiswa di IPDN sesuai dengan aturan yang berlaku,” pungkasnya.

Sumber : Cendrawasih Pos