1.100 Orang Pindah Memilih Presiden ke Sumedang

by -81 views

1.100 Orang Pindah Memilih Presiden ke Sumedang

Jatinangorku.com – Dua hari jelang pemungutan suara, ratusan orang mendatangi Kantor KPU Sumedang untuk memohon pindah memilih dari kota asal ke Sumedang. Alasannya beragam dari mulai liburan sekolah anak-anak dan sekalian mudik.

“Saya dari Kuningan, mendaftar untuk pindah memilih ke Sumedang karena sedang liburan anak-anak. Jadi ya sudah sekalian nyoblos pilpres di Sumedang saja,” kata Rano Nurrohman, warga Kuningan yang kini akan pindah memilih ke Desa Ciuyah, Kecamatan Cisarua, Senin (7/7/2014).

Pemilih lain yang pindah memilih sebagian besar memang bekerja sebagai buruh lepas. Menurut Rano dan beberapa pemilih lainnya, daripada tidak punya pekerjaan di kota, lebih baik pulang lebih dulu ke kampung sekalian ikut nyoblos. Sebelumnya, mereka harus mengantarkan anak-anaknya berlibur di kampung halaman.

Permohonan pindah memilih sudah ada sejak seminggu lalu. Menurut Toni Rifiyudin, staf Sekretariat KPU Sumedang yang bertugas mencatat pemilih, sudah ada 1100 orang yang mengajukan permohonan pindah memilih dari luar kota ke Sumedang. Permohonan sudah ada sejak seminggu lalu.

“Setiap hari banyak yang memohon pindah memilih karena alasan yang sengaja, misalnya mudik lebih dulu atau sedang berlibur di kampung halaman,” terang Toni.

Apapun alasannya, Toni mencatatnya ke daftar pemilihan pindahan. Pemilih-pemilih ini sudah masuk dalam DPT di kota asalnya, sehingga tidak dimasukkan dalam daftar pemilih khusus.

Menanggapi banyaknya pemilih pindahan, Hersa Santosa, Komisioner KPU Sumedang mengatakan tidak khawatir kekurangan surat suara. Setiap kota dan kabupaten mendapatkan surat suara cadangan sebanyak 2 persen dari jumlah DPT. DPT Sumedang ditetapkan 838.114 sehingga ada sekitar 16 ribu-an surat suara cadangan. Pemilih pindahan akan disebar sesuai dengan ketersediaan surat surat suara di setiap TPS.

Selain kedatangan pemilih, sebanyak 2 ribuan pemilih di Sumedang juga akan pindah memilih ke luar kota.

“Ada juga ribuan pemilih yang pindah dari Sumedang ke luar kota yaitu sekitar 2 ribu pemilih di Jatinangor yaitu mahasiswa IPDN yang akan mengikuti kegiatan kuliah lapangan di luar kota. Nah dari itu saja, sudah dipastikan akan ada surat suara yang tidap terpakai, jadi kami tidak khawatir kekurangan surat suara,” jelas Hersa.

Sumber : http://www.inilahkoran.com/