1 SPBU Dijaga 2 Anggota Polsek

by -206 views

Ilustrasi SPBU Jatinangor

RANCAEKEK (GM) – Jajaran Polsek Rancaekek menempatkan dua personel di setiap stasiun pengisian bahan bakar untuk umum (SPBU) di wilayah hukum Polsek Jatiangor. Penempatan tersebut dilakukan terkait isu pengerahan masyarakat untuk mendatangi SPBU.

Demikian disampaikan Kapolres Bandung, AKBP Sandi Nugroho melalui Kapolsek Rancaekek, AKP Hartomo saat dikonfirmasi “GM” di Mapolsek Rancaekek, b. Bandung, Senin (26/3).

Menurut Hartomo, pihaknya telah menempatkan dua personel di masing-masing SPBU, khususnya untuk memantau penjualan di malam hari. “Kita menempatkan personel sejak beberapa hari ke belakang. Ini menjelang kenaikan harga BBM,”kata Hartomo.

Selain itu, lanjut Hartomo, pihaknya juga telah melakukan pendekatan terhadap para pengemudi angkutan umum guna menyikapi kenaikan harga BBM. “Kita bukannya melarang awak angkutan umum untuk demo. Namun khawatir aksi yang dilakukannya diprovokasi pihak-pihak tertentu,” katanya.

Selain itu, lanjut Hartomo, pihaknya telah mendapat perintah langsung dari Kapollres Bandung untuk terus memantau dan melakukan pengawasan di sejumlah SPBU. “Penempatan personel tersebut untuk mengantisipasi terjadinya penimbunan BBM,” kata Hartomo.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya terus melakukan antisipasi terhadap kemungkinan penimbunan BBM. Salah satunya dengan melakukan pendekatan oleh jajaran Babinkabtimas di tengah masyarakat.

“Informasi dari masyarakat sangat penting terutama bila ada lokasi yang mencurigakan penimbunan BBM, masyarakat harus segera lapor. Selain itu, kita pun terus memonitor di lapangan selama 24 jam dengan menempatkan petugas secara khusus di setiap SPBU,”katanya.

Sedangkan pantauan “GM” di SPBU Dangdeur Rancaekek, sejak pukul 10.00 WIB ditempatkan 2 personel dari Polsek Rancaekek yang memonitor setiap mobil boks.

“Setiap mobil boks yang mencurigakan langsung diperiksa, namun bila hanya mengisi BBM dipersilakan melanjutkan perjalanan,” kata salah seorang petugas dari Polsek Rancaekek di SPBU Dangdeur.

Sementara salah seorang pengemudi saat mengisi BBM, Rachmat (42) mengatakan, penempatan aparat kepolisian di setiap SPBU ada pengaruhnya bagi calon pembeli yang menggunakan tempat khusus. “Bila ada aparat tentunya tidak ada yang berani beli dengan jeriken,” katanya.

Sedangkan penempatan petugas seharusnya lebih diprioritaskan di malam hari. Khawatir saat konsumen mengisi ada kerja sama dengan pihak SPBU.

Hal senada disampaikan pengemudi angkot Majalaya-Gedebage, Endang (35). Ia mengatakan, penempatan petugas di SPBU ada baiknya untuk mengurangi konsumen yang nakal terutama yang membeli BBM untuk ditimbun.

Sumber : Klik-Galamedia