12 BUMDes Jatinangor Ikuti Sosialisasi Program Jasa Internet

by -36 views
12 BUMDes Jatinangor Ikuti Sosialisasi Program Jasa Internet
12 BUMDes Jatinangor Ikuti Sosialisasi Program Jasa Internet

Sebanyak 12 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) se Kecamatan Jatinangor mengikuti sosialisasi program penggunaan jasa Internet bekerja sama dengan Javatech (Jatinangor Virtual Acces Technologi) dan BJB di Saung Budaya Sumedang (Sabusu) Jatinangor, kemarin.

Acara yang digagas Kasi PPM (Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat) Kecamatan Jatinangor Agus Sobarna ini mendapatkan respon baik dari tiap Bumdes milik desa se kecamatan Jatinangor tersebut.

“Jadi dalam sosialisasi itu, tiap Bumdes diarahkan untuk menggunakan internet yang bisa membuka jaringan ke dunia maya. Termasuk e Govermen (surat menyurat elektronik) dan penggunaan internet untuk kepentingan online shop,” kata Kasi PMD Agus Sobarna.

Agus menambahkan tiap RT RW nanti bisa mengakses Internet ke Bumdesnya. Sebab, internet saat ini sudan menjadi makanan sehari hari untuk kepentingan berselancar di dunia maya. Apalagi, lanjut Agus, di masa pandemi, pembelajaran dan aktivitas belanja masyarakat menggunakan sistem online.

“Yang beli akses internetnya Bumdes, nanti bisa disebar ke masyarakat dengan metode wifi. Bumdes juga memiliki aplikasi eBumdes, eUKM, termasuk eGovermen. Mudah-mudahan 2021 semua desa di Jatinangor melek internet dan teknologi,” katanya.

Melalui e Govermen, lanjut Agus masyarakat bisa membuat surat menyurat dari internet. Sebagai pelayanan ke masyarakat setiap kantor RW atau posyandu akan diberikan free wifi.

“Saat ini baru Hegarmanah Dan Jatiroke yang sedang memasang Jaringan internet. Seharusnya seluruh desa sudah terhubung dengan Jaringan Internet tapi masih menggunakan Jaringan atau wifi dari operator telepon seluler,” katanya.

Sementara itu, Hendrik Andiyana selaku Manager Marketing di Javatech mengatakan jika tiap Bumdes sudah berlangganan internet melalui Javatech maka tiap UKM dibawah binaan Bumdes akan difasilitasi pembuatan website dan pelatihan selama enam bulan.

“Guru-guru yang ada di tingkat RW akan digratiskan menggunakan Internet di masa pandemi. Tinggal beli pemasangan Internetnya, mau wiffi ke RW atau pasang sendiri di rumah. Tinggal beli pemasangan jaringan, selama pandemi tidak akan dikenakan biaya bulanan,” katanya.

Tak hanya guru, lanjut Hendrik, bagi siswa yang akan belajar daring jika ada internet di daerahnya, bisa menggunakan Internet dari fasilitas Bumdes. Sebab, di masa pandemi pembelajaran pasti menggunakan metode daring.

“Dari setiap desa akan dilatih dua orang sebagai teknisi Internet. Agar kalau ada gangguan internet tinggal menghubungi operator desa saja. Insya Alloh pada Desember 2020 program smart Village, smart city di Jatinangor akan terlaksana. Jika tiap RT ada internet, maka akan ada Security sistem (pasang CCTV) yang akan terkoneksi ke polsek setempat. Titik CCTV nya ditempatkan di beberapa titik rawan,” katanya.

Tak hanya jaringan internet, Javatech kedepan akan ada TV digital produk Javatech yang akan mengakomodir berita, informasi, hiburan seni dan budaya, seputar Jatinangor dan sekitarnya.

“Kita bangun dulu infrastruktur dan sarana penunjangnya di tiap RT RW. Jangan sampai warga menggunakan aplikasi sapa warga juga bingung. Makanya kita bangun dulu pondasinya dari bawah. Jadi nanti akan tercipta Smart City dan Smart Village di Jatinangor,” katanya.

Tak hanya berbasis bisnis, Javatech juga memberikan pelayanan jasa pemberdayaan kepada masyarakat. Siapa saja yang akan pelatihan membuat website, e commers, online shop, tinggal datang saja ke Sabusu di Jalan Ir Soekarno Jatinangor Desa Sayang atau samping Kampus Ikopin Jatinangor. (Abas)

sumber: eljabar

 

Baca juga: Paket Wisata Bandung Murah Pilihan untuk Anda di Tahun 2020