21.993 Ton Beras Sejahtera Diserahkan Kepada Ribuan Keluarga,

by -18 views

Sebanyak 21.993 ton beras sejahtera (rastra) didistribusikan kepada ribuan keluarga penerima manfaat (KPM) di Jawa Barat, Senin (5/3/2018).

Setiap KPM diminta memanfaatkan program bantuan sosial yang diluncurkan dalam tahap kedua pada 2018 di Jawa Barat ini untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan baik

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan pada tahap pertama, penyaluran rastra serupa oleh Bulog pun berjumlah hampir 22 ribu ton.

Selain rastra, katanya, pemerintah pun melaksanakan bantuan sosial melalui bantuan pangan nontunai atau BPNT.

Program rastra tahap awal di Jabar pada 2018 disalurkan untuk 18 kabupaten. Setiap KPM pun mendapat 10 kg beras di titik distribusi.

Semua beras, katanya, disalurkan tanpa hambatan berarti dan disesuailan dengan pemutakhiran data jumlah KPM di setiap daerah.



“Di lapangan harus ada akurasi data karena pergeseran data terus terjadi. Ada perubahan (KPM) yang setiap saat terjadi,” kata Gubernur yang akrab disapa Aher ini seusai peluncuran tahap dua bansos rastra di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (5/3).

Aher mengatakan di antaranya perubahan terjadi terhadap KPM yang asalnya menerima rastra, kemudian dengan program pengentasan kemiskinan, tidak lagi menjadi KPM.



Program ini bisa berupa Program Keluarga Harapan (PKH), pemberian rastra atau bantuan lainnya, atau pengentasan kemiskinan jangka panjang dengan perbaikan taraf pendidikan.

“Contohnya karena anaknya sekolah dan bekerja, akhirnya berhasil hidupi orang tuanya bahkan kakek neneknya, kalau sudah seperti itu tidak berhak dapat rastra. Data bisa terus berubah, baik dengan program instans atau jangka panjang,” katanya.

Ada juga, katanya, kasus seseorang atau keluarga tiba-tiba jatuh miskin karena masalah pekerjaan atau bencana. Namun, jumlahanya diharapkan tidak sebanyak warga yang awalnya tidak mampu menjadi berkecukupan secara ekonomi.

Jumlah rastra yang disalurkan ke setiap daerah, katanya, tergantung tingkat kemiskinan atau jumlah KPM di daerahnya. Kabupaten dengan jumlah KPM terbanyak adalah Cianjur, Ciamis, dan Cirebon.

Aher menuturkan pendistribusian rastra ini berjalan lancar karena kondisi jalan provinsi, kabupaten, atau desa, sebagian besar berkondisi baik. Hambatan cuaca atau lalu lintas bisa diatasi dengan penjadwalan distribusi yang cermat.

“Masyarakat harus menerima baik bansos rastra ini untuk kehidupan sehari-hari. Di saat yang sama, ini ikut membantu akselerasi pengentasan kemiskinan.

Masyarakat jangan hanya andalkan bantuan ini, harus bekerja keras menghidupi secara mandiri,” katanya.

Aher pun mengajak setiap pemerintah kabupaten atau kota untuk berlomba mengurangi jumlah KPM di setiap daerahnya dengan sejumlah program pengentasan kemiskinan, baik dari tingkat pusat, provinsi, atau kabupaten kota. Dengan demikian secara alami, ucapnya, jumlah penerima rastra pun akan berkurang.

 

Kepala Bulog Divre Jabar, M Sugit Tedjo Mulyono, mengatakan pada tahap kedua ini, daerah penerima rastra dengan jumlah terbesar adalah Kabupaten Cianjur sebanyak 5.249 ton, Kabupaten Ciamis 4.118 ton, Kabupaten Cirebon 3.517 ton, dan Subdivre Bandung 3.453 ton.

“Sesuai instruksi Presiden RI, kita instruksikan untuk alolasi penyaluran Januari sampai Maret 2018, wajib selesai tiap tanggal 10,” katanya.

Penghambat terbesar penyaluran rastra, katanya, adalah perdebatan data PKM dari tingkat kecamatan sampai kabupaten dan kota yang sulit disinkronkan

Selalu saja ada, katanya, perdebatan jumlah PKM di setiap daerahnya.

“Kalau terus diwacanakan, keingian pemerintah untuk menyalurkan paling lambat tanggal 25 tiap bulannya akan susah tercapai. Kita pastikan Januari samapat Maret, terakhir penyaluran 10 Maret,” katanya.

Selama ini, katanya, Bulog menggunakan data dari Kementerian Sosial RI untuk menyalurkan rastra atau menentukan PKM. Padahal, katanya, data tersebut bukanlah data mati yang masih dapat dikoreksi oleh tingkat kecamatan atau kabupaten dan kota.

Dalam kesempatan tersebut, rastra disalurkan ke Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang, dan Kabupaten Garut. Sebanyak lima truk pengangkut beras menuju Kabupaten Bandung dan Bandung Barat tersebut dilepas Aher

Sumber : http://jabar.tribunnews.com