25 Orang Korban Longsor di Sumedang Alami Gangguan Jiwa

by -78 views

Dinas Kesehatan (Dinkes) menemukan sebanyak 25 jiwa warga korban longsor yang tinggal di hunian sementara (Huntara) Sakurjaya, Kecamatan Ujungjaya mengalami gangguan kejiawan. Di Huntara itu dihuni 250 kepala keluarga (KK) dan baru 60 KK yang dikunjungi tim trauma healing Dinkes selama dua bulan.

“Selama dua bulan bekerja, tim trauma healing sudah bisa menjangkau 60 KK dengan kegiatan dilakukan dua kali seminggi. Dari kunjungan itu sudah ditemukan ada 25 jiwa yang harus mendapat penanganan kejiawan,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Retno Ernawati, 

Namun, terang dia, gangguan kejiawannya tidak berat hanya kecemasan, ketakutan dan tidak sampai depresi. “Mereka mengaku betah tinggal di Huntara Ujungjaya tapi butuh kejelasan apakah tetap tinggal disana atau tidak. Tim trauma healing terus melakukan konseling untuk meringankan beban yang mengoncang jiwa,” katanya.

Masalah kesehatan jiwa saat ini dimasukan dalam 12 indikator desa siaga. Beberapa kasus kejiawan di Sumedang bermunculan namun trennya tidak terlalu meningkat. “Satu dari sepuluh orang yang berobat ke puskesmas ada satu yang mengalami gangguan kejiawaan,” kata Retno.

Namun, terang dia, jenis gangguan kejiwaannya belum berat. “Belum sampai depresi hanya memang ada ganguan kejiawan. Ada kecemasan dan ketakutan, umumnya karena faktor ekonomi. Kebanyakan yang mengalami gangguan jiwa di Sumedang ini berjenis kelamin laki-laki,” katanya.

Menurutnya tahun 2015, sebanyak 1,6 persen dari kunjungan rawat jalan ke puskesmas merupakan pasien penyakit jiwa. “Selama tahun 2015 itu sebanyak 16.193 pasien yang ditangani puskesmas pasien penyakit jiwa. Jumlah pase=ien penyakit jiwa itu 1,6 persen dari kunjungan rawat jalan di puskesmas,” katanya.

Sedangkan untuk tahun 2016 sebanyak 12.099 orang yang diperiksa ke puskesmas merupakan pasien penyakit gila. “Tahun 2016 ini sebanyak 2,1 persen pasien penyakit jiwa dari total kunjungan rawat jalan di puskesmas,” katanya.