3 Pemuda Tewas Usai Pesta Miras

by -123 views

3 Pemuda Tewas Usai Pesta Miras

Jatinangorku.com – Untuk kesekian kalinya, minuman keras (miras) yang dioplos dengan minuman suplemen memakan korban. Senin (9/9) kemarin, tiga pemuda meregang ajal usai pesta minuman beralkohol.

Ketiga korban yaitu Ilham (23), warga Kp. Pamitran, RT 01/RW 12, Desa/Kec. Majalaya, Kab. Bandung; Suryadi (44), warga Tasikmalaya yang mengontrak di Kp. Pamagarsari, RT 02/RW 02, Desa Tanggulun, Kec. Ibun; dan Robi Saputra (21), warga Kp./Desa Sukamanah, RT 02/RW 01, Kec. Paseh.

Ketiga korban miras oplosan itu pertama kali diketahui petugas ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Majalaya, Jalan Raya Cipaku, Desa Cipaku, Kec. Paseh, kemarin. 

Peristiwa tersebut langsung ditangani Polsek Paseh karena RSUD Majalaya sebagai tempat penanganan ketiga korban tewas berada di wilayah tersebut. Sementara tempat pesta miras oplosan para korban diduga rumah kontrakan Suryadi di Kp. Pamagarsari, Kec. Ibun. Sejumlah sumber menyebutkan, para korban minum miras oplosan Minggu (8/9) malam.

Menurut pegawai RSUD Majalaya, bagian dada dan wajah ketiga korban terlihat membiru karena miras oplosan langsung menyerang jantung.

Berbagai informasi yang dihimpun “GM” menyebutkan, hingga kini belum diketahui pasti lokasi para korban mendapatkan minuman berbahaya tersebut. Kendati polisi sudah memastikan tempat pesta miras rumah kontrakan Suryadi, namun jenis miras dan di mana mereka membelinya masih dalam penyelidikan petugas kepolisian. Sementara pihak keluarga baru mengetahui kejadian ini setelah para korban berada di rumah sakit.

Korban pertama yang dibawa ke rumah sakit yaitu Ilham pada pukul 04.38 WIB. Ia langsung meninggal. Kemudian sekitar pukul 05.00 WIB giliran Suryadi yang dibawa ke RSUD dan nyawanya tak bisa diselamatkan. Suryadi mengembuskan nafas terakhirnya pukul 07.30 WIB. Tidak lama berselang, datang korban ketiga, Robi Saputra. Ia pun meregang ajal pukul 12.00 WIB.

Petugas IGD RSUD Majalaya, dr. Rizal mengatakan, dari ketiga korban yang diduga tewas menenggak miras oplosan itu, korban yang pertama dibawa ke ruang IGD kondisinya sudah meninggal.

“Tidak lama kemudian datang lagi korban kedua, sudah tak sadarkan diri. Satu jam setelah menjalani perawatan medis, ia meninggal. Lalu datang lagi korban ketiga, dalam kondisi gelisah. Setelah diperiksa selama enam jam, ia pun meninggal dunia,” katanya. 

Rizal mengatakan, ketiga korban yang meninggal diduga kuat keracunan miras oplosan. “Kebanyakan minum miras oplosan bisa menyerang jantung dan kerja otak hingga menyebabkan meninggal dunia. Namun detail hasil pemeriksaan ketiga korban ada di dokter jaga pagi,” katanya. 

Ketiga korban tidak diautopsi. Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah. 

Ibu kandung Robi Saputra, Sutirah mengaku tidak tahu jika anaknya meninggal akibat miras oplosan. “Saya tidak tahu apa-apa. Tahu-tahu anak saya sudah ada di rumah sakit. Sebelum meninggal, Robi kelihatannya sehat,” katanya.

Kapolres Bandung, AKBP Kemas Ahmad Yamin melalui Kapolsek Paseh, AKP Pribadi Atma, S.Pd., M.H. didampingi Kanit Reskrim, Aiptu Ade Suherman mengatakan, kematian ketiga korban pertama kali ditangani aparat Polsek Paseh, karena lokasi rumah sakit berada di wilayah hukum Polsek Paseh. 

Sementara jenis miras oplosan yang diminum para korban belum diketahui pasti Petugas membutuhkan waktu untuk melakukan penyelidikan di lokasi dan meminta keterangan dari sejumlah saksi.

Pribadi mengatakan, pihaknya akan terus melakukan penertiban dan penyelidikan terhadap para penjual miras ilegal. “Jika diketahui akan langsung ditindak. Yang jelas, kami akan terus menggalakkan razia miras. Termasuk berkoordinasi dengan Satnarkoba Polres Bandung untuk antisipasi agar jangan sampai ada korban berikutnya,” katanya.

Sumber : http://klik-galamedia.com