3 Tahap Analisis di Social Media

by -215 views

Dalam perkembanganya, alat-alat analitik social media berkembang sangat pesat seiring dengan munculnya inovasi terbaru pada teknologi social media. Sebut saja Facebook Insight yang dalam perjalananya sering berubah-ubah mengikuti trend pengguna dan menampilkan fitur-fitur baru yang sebelumnya belum pernah terbayangkan. Sepanjang perubahan tersebut terjadi, maka selama itu juga bentuk evaluasi, analisis atau laporan social media berubah-ubah. Dulu bentuk laporan social media bisa dibilang hanya mengikuti pada sebuah laporan kinerja sebuah web, sangat identik dengan Google Analytic. Namun, tuk saat ini social media tidak bisa diperlakukan layaknya hanya sebuah jenis website. Laporan pada social media tidak sesederhana memonitor berapa banyak pengunjung yang datang ke akun FB fanpage kita. Bentuk laporan social media saat ini cukup kompleks. Untuk itu, saya menciptakan bentuk tahapan analisis social media yang digunakan untuk mengukur kesuksesan dan efektifitas dari setiap kampanye social media yang dikerjakan oleh saya dan tim social media di Virtual Consulting. Berikut ilustrasi model analisa social media yang saya sebut sebagai 3 layers of social media analysis:

1. Media Analysis
Bila dianalogikan sebagai buah, maka media analysis merupakan lapisan kulit dari buah tersebut. Yup, media analysis merupakan tahapan pertama dari sebuah evaluasi atau analisis untuk mengukur sebuah kesuksesan kinerja akun brand atau pribadi kita di social media. Media analysis terdiri dari 3 metrik utama yaitu Reach, Engagement, dan Virality. Reach mengukur jangkauan kita terhadap audiens, contohnya adalah total fans / followers, total views / unique views dan informasi mengenai demografi atau behavior dari jangkauan audience kita tersebut. Kemudian metric kedua adalah Engagement. Metrik ini berusaha untuk mengukur seberapa aktif kita dalam membuat konten juga dengan seberapa banyak konten tersebut mendapatkan feedback dari audiens kita. Yang terakhir adalah Virality. Ini metric khusus untuk mengukur sebuah kampanye kita di social media. Contohnya adalah hashtag #NutriSariSocialGarden yang dipantau dari sisi berapa banyak yang meretweet hashtag tersebut dan kemudian berapa banyak impresi yang dihasilkan dari banyaknya orang yang mertweet tentang tweet yang berisikan hashtag tersebut.

2. Conversation Analysis
Masuk lebih dalam pada tahapan berikutnya ada Conversation Analysis. Tahapan analisis ini masih acapkali ditinggalkan karena mungkin ketidaktahuan atau teknologi yang belum memadai. Katakan lah ada sebuah akun brand di social media yang memiliki banyak fans/followers dan memiliki jumlah mentions yang sangat banyak tiap harinya. Tapi, pernakah kita bertanya bahwa dari sekian banyak wall, comments, mentions yang masuk tersebut berbicara tentang apa dan bagaimana tone-nya? Nah, analisis pada tahapan ini berusaha untuk memahami kata-kata apa saja yang paling sering digunakan oleh audiens kita ketika berusaha berkomunikasi dengan kita. Kemudia, isu-isu apa saja yang menjadi concern mereka di dalam begitu banyak tweets dan walls di akun social media kita. Tidak hanya berhenti disitu, kita juga perlu mengukurnya dengan analisis sentiment. Dengan 3 indikasi tone positif, netral, dan negatif, kita berusaha memahami emosi dari audiens kita dengan 3 tolak ukur tersebut. Bisa saja kehadiran kita di social media hanya sebagai pelampiasan dari kekecewaan dari pelanggan kita yang tidak puas, kita perlu tahu. Hal terakhir dari analisis di tahapan ini adalah menggunakan pisau analisis etnografi. Analisis ini berbentuk kualitatif dan hasil analisisnya pun berupa narasi / kata-kata yang hendak menjelaskan bagaimana keunikan dari persepsi atau perilaku audiens kita terhadap brand kita di social media.

3. Network Analysis
Akhirnya tiba lah kita di lapisan terdalam analisis social media. Perlu saya jelaskan terlebih dahulu bahwa salah satu tujuan brand kita hadir di social media adalah untuk menghimpun sebuah komunitas yang menyukai brand kita. Komunitas merupakan alat yang sangat ampuh untuk mempengaruhi pelanggan dan calon pelanggan kita mengenai brand kita. Orang-orang tentunya pasti akan mudah terbujuk percaya apabila yang memberitahukan kebaikan sebuah produk adalah teman, keluarga atau tokoh masyarakat yang dikagumi. Untuk itu, analisis pada tahapan ini berbicara mengenai tentang sejauh mana kita berhasil engage dengan influencer dan jaringan pertemanannya di social media. Metrik pertama adalah influencer identification dan measurement. Kita perlu tahu siapa saja orang-orang yang memiliki influence tinggi di bidang / industry dari brand kita. Influencer tidak harus artis, karena bisa saja dia seseorang yang tidak pernah muncul di TV atau media massa lainya namun sangat dikenal di social media. Influencer juga bukan buzzer karena sekarang audiens pun sudah semakin cerdas ketika seorang buzzer mulai ngetweet karena dibayar oleh brand tertentu. Kemudian ada Dynamic Network sebagai pengukuran yang kompleks karena sudah berbicara tentang konsep atau teori dari analisis jejaring sosial. Di dalam pengukuran ini akan nada visualisasi dari ego network (jejaring pribadi) kita dengan para influencer yang telah menjadi follower kita. Berikut saya sertakan visualisasi jejaring sosial dari @idvirtual:

Dari gambar tersebut, kita bisa menyaksikan bagaimana akun @idvirtual terhubung dengan influencer dan bagaimana influencer tersebut pun akhirnya terhubung dengan influencer lainya. Yang perlu kita tekankan adalah bahwa, kita tidak hanya engage dengan para influencer tersebut tetapi bagaimana kita juga harus engage dengan jaringan dari influencer tersebut untuk mendapatkan dukungan yang lebih banyak lagi dari influencer lainya. Sangat diharapkan apabila kita berteman dengan banyak influencer maka hal-hal positif tentang brand kita semakin cepat menyebar dengan catatan bila kita benar-benar mengelolanya dengan baik.

Saya harapkan dengan model 3 tahapan social media ini maka kita tidak melulu mengukur kesuksesan social media kita hanya dari jumlah fans dan followers. Dan juga tak lupa saya ingin mengundang saran dan kritik dari pembaca kepada setiap model / konsep yang saya lontarkan di blog Virtual ini. Semoga bermanfaat.

Sumber : virtual.co.id