35 Capra IPDN Kaltim Ikuti Pantukhir di Jatinangor

by -74 views

Jatinangorku.com – Sebanyak 35 Calon praja IPDN angkatan XXV (25) formasi tahun 2014 asal pendaftar Provinsi Kaltim akhirnya tiba di Kampus Pusat IPDN Jatinangor (Jawa Barat) pada hari jumat (10/10/2014) untuk mengikuti ujian Penentuan akhir (Pantukhir), setelah sebelumnya lulus tes dari Provinsi sebanyak 5 tahap , Capra IPDN asal Kaltim tersebut didampingi oleh tim dari BKD Provinsi/Kab/Kota dari masing-masing daerah dan para orangtua mereka yang ikut mengantar hingga ke kampus, adapun mereka para Capra terdiri dari laki-laki 21 orang dan perempuan 14 orang.

Sebelumnya para rombongan Capra IPDN dari Kaltim ini berangkat dari Samarinda pada hari kamis pada pukul 5 subuh didampingi oleh tim dari BKD Prov Kaltim dengan menggunakan Bus ke bandara Balikpapan lalu melanjutkan perjalanan menggunakan pesawat dan tiba di Bandung pada jam 5 sorenya (WIB) untuk istirahat menginap semalam di hotel sebelum berangkat keesokan harinya ke Jatinangor untuk melakukan registrasi ulang sesuai jadwal yang ditentukan pusat.

Sesuai jadwal yang sudah ditentukan, pada hari sabtu para peserta Capra mengikuti Tes Pemeriksaan kesehatan keseluruhan seperti tes tinggi badan, berat badan tes mata, THT, organ dalam, tes darah dan tes urine yang dilakukan oleh tim dari Kesdam III Siliwangi dan hasilnya diumumkan besoknya pada hari minggu. Mereka yang lulus di tes kesehatan akan melanjutkan tes tahap akhir yaitu tes Kesemaptaan dihari seninnya dan tes wawancara pada hari selasa

Sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) Panitia Seleksi Penerimaan Capra IPDN, selama kegiatan Pantukhir berlangsung diserahkan tanggung jawab seleksi sepenuhnya kepada pihak/panitia kampus sehingga dilakukan penjagaan yang saat ketat.

Hal ini terbukti, mereka para orangtua Capra hanya diizinkan mengantarkan hingga depan gerbang portal kampus IPDN Jatinangor dan tidak diperbolehkan masuk. Tim pendamping Capra dari BKD masing-masing daerah pun juga demikian, hanya satu orang yang boleh di izinkan masuk kedalam Kampus . Menurut informasi, hal ini dilakukan untuk alasan keamanan sepenuhnya dan menjamin agar tidak terjadi KKN dan alasan lainnya yang dianggap melanggar peraturan seleksi Capra IPDN.

Sumber : http://kaltimbkd.info/