4 Titik Rawan Kecelakaan di Jalan Bandung-Sumedang, Pengemudi Disarankan Berhati-Hati

Jalan Raya Bandung-Sumedang via Tanjungsari merupakan jalan yang selalu ramai dilewati kendaraan, jalan tersebut merupakan jalur utama dari wilayah Bandung menuju Cirebon.

Mulai dari kendaraan roda dua, berbagai kendaraan umum seperti bus, elf, dan angkot, hingga kendaraan besar seperti truk pengangkut batu bara maupun truk ekspedisi.

Meski ramai, Jalan Bandung-Sumedang merupakan jalan yang cukup berbahaya bagi para pengendara, terutama pengendara yang tak hapal wilayah dan karakteristik jalan.

Setiap minggunya, ada saja kejadian kecelakaan lalu lintas, baik kecelakaan yang melibatkan dua kendaraan atau lebih maupun kecelakaan tunggal.

Tribun Jabar telah merangkum empat wilayah yang menjadi tempat paling rawan kecelakaan di Jalan Bandung-Sumedang, dari Jatinangor hingga Sumedang Kota. apa saja?

1. Kelokan Cikuda

Tak sedikit kendaraan yang mengalami kecelakaan di kelokan di wilayah Cikuda, Kecamatan Jatinangor.

Bentuk jalan yang seperti hurup S, berkelok-kelok, membuat para pengemudi harus ekstra hati-hati saat melewati jalan tersebut.

2. Belokan Bangkong.

Tercatat hampir setiap seminggu sekali truk besar mengalami kecelakaan tunggal di Belokan Bangkong, Tanjungsari

Jalannya yang berbelok tajam, kondisi jalan sangat miring, dan jalan menurun membuat Belokan Bangkong menjadi berbahaya.

Para pengemudi disarankan untuk memelankan laju kendaraan saat melewati Belokan Bangkong, terutama bila berada di dekat kendaraan besar seperti truk.

3. Cadas Pangeran

Jalan Cadas Pangeran memang sudah terkenal berbahaya bagi pengemudi sejak dahulu,  tak sedikit kecelakaan yang terjadi di lokasi ini.

Jalanya yang diapit tebing dan jurang, ditambah jalan yang berkelok-kelok membuat para pengemudi harus ekstra hati-hati saat melewati Cadas Pangeran.

4. Belokan Ciherang

Kontur  jalan di wilayah Ciherang memang sedikit mirip dengan jalan Cadas Pangeran, jalannya berkelok-kelok dengan beberapa kelokan tajam.

Hanya saja, jalan di wilayah Ciherang naik turun, berbeda dengan jalan Cadas Pangeran yang cenderung tidak ada tanjakan atau turunan.

 

 

 

Sumber : http://jabar.tribunnews.com