75% PTS Tidak Memenuhi Standar Akreditasi

by -120 views

75% PTS Tidak Memenuhi Standar Akreditasi

Jatinangorku.com – Dari 3.250 perguruan tinggi swasta (PTS) di Indonesia, sekitar 70 persen PTS di luar Jawa kondisinya tak sebagus PTS yang ada di Pulau Jawa. Mereka belum memenuhi standar akreditasi yang dikeluarkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT), sehingga sulit memenuhi permintaan kebutuhan pendidikan.

“PTS yang belum mendaftarkan diri untuk diakreditasi oleh hingga BAN PT batas terakhir 10 Agustus 2014 mendatang, perguruan tinggi itu terancam ditutup,” kata Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Wilayah IV Jawa Barat, M. Budi Djatmiko kepada “GM” di lingkungan Yayasan Pendidikan Al Ma’soem (YPAM), Jalan Raya Cipacing, Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang, Selasa (22/7).

Budi menyampaikan hal itu seusai pertemuan dengan sejumlah pimpinan PTS di wilayah selatan Bandung, Jatinangor Kab. Sumedang, dan wilayah lainnya di lingkungan AMIK Al Ma’soem. Acara itu dihadiri Ketua Dewan Pembina YPAM, Dr. Ir. H. Ceppy Nasahi Ma’soem didampingi Direktur Akademis AMIK Al Ma’soem, Drs. Asep Sujana, M.M.

Menurut Budi, tanggal 10 Agustus merupakan batas terakhir mengajukan surat kesediaan untuk diakreditasi BAN PT.

“Jika tetap tidak mendaftar sampai batas terakhir tadi, maka sesuai dengan Undang-undang Pendidikan Tinggi No. 12 Tahun 2012 pasal 54, perguruan tinggi tersebut ditutup,” kata Ketua Bidang Organisasi Aptisi Pusat ini.

Menurutnya, perguruan tinggi yang ditutup artinya tak terakreditasi. Untuk itu, Budi mengimbau kepada PTS yang belum mendaftarkan diri untuk segera mengirimkan surat pernyataan kesediaan diakreditasi oleh BAN PT.

“Surat pernyataan dengan dilampiri surat izin pendirian perguruan tinggi pertama ke BAN PT,” katanya.

Sempat ditunda

Sebelumnya, hak akreditasi perguruan tinggi sempat ditunda setelah Aptisi mendesak dan meminta waktu mundur ke Dirjen Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

“Ternyata disetujui untuk menunda borang hingga lima tahun kedepan dan terakhir pendaftaran pada 10 Agustus 2014,” katanya.

Alasan usulan penundaan itu karena Aptisi melihat kondisi di lapangan yang mencapai 3.250 PTS, sekitar 70 persen kondisinya kurang bagus dalam perkembangannya. Sehingga sulit memenuhi permintaan dalam tahapan akreditasi.

Ketua Dewan Pembina YPAM, Dr. Ir. H. Ceppy Nasahi Ma’soem didampingi Direktur Akademis AMIK Al Ma’soem, Drs. Asep Sujana, M.M. sangat menyambut baik adanya pertemuan sejumlah pimpinan PTS di lingkungan YPAM tersebut.

“Dalam silaturahmi ini banyak masukan dari sejumlah pihak yang hadir. AMIK Al Ma’soem hanya sebagai penyelenggara atau memfasilitasi tempat,” katanya

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/