8 Mahasiswa Unpad Dikelabui via SMS

by -15 views
Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lingkungan Universitas Padjadjaran Tahun 2013
Penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lingkungan Universitas Padjadjaran Tahun 2013

8 Mahasiswa Unpad Dikelabui via SMS

Jatinangorku.com – Duh, penipuan melalui short message service (SMS) kembali beredar. Modus penipuan seperti ini pun telah cukup sering terdengar.

Seperti yang dialami oleh delapan mahasiswa Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran (Unpad) angkatan 2013. Mereka mengakui ditipu melalui SMS yang mengaku sebagai Dekan Fakultas Ilmu Keperawatan Unpad. Modus penipuannya, calon korban dibuai dengan mengatakan bahwa mereka terpilih untuk mengikuti sebuah seminar di Jakarta.

“Saya dan beberapa teman mendapat SMS, dia mengaku sebagai dekan. Tapi setelah kami konfirmasi, dekan mengatakan tidak pernah mengirimkan SMS itu. Jadi kami tahu ini adalah upaya penipuan,” kata salah satu mahasiswa yang tidak bersedia disebutkan namanya, saat bersama tujuh teman lainnya datang ke ruang Humas Unpad, seperti disitat dari laman Unpad, Sabtu (21/9/2013).

Kedelapan mahasiswa tersebut memperoleh SMS yang sama. Bunyi SMS itu adalah “Sy Bpk Kusman Ibrahim (Dekan Keperawatn Unpad) Yth.(nama mahasiswa). Diminta Hbngi Skrng Bpk Prof.Dr.Ganjar Kurnia.0816954672. Anda Di Tunjuk Mewakili Unpad Hadir Dlm Seminar Nasional Peningktn Karakter Penelitian Ilmu Keperawatan Dari Dikit Tgl 25/26 Sept di Htl Brbdr Jkt. Trims.

“Jika ada informasi yang meragukan, silakan konfirmasikan ke pihak terkait atau ke Humas Unpad. Jangan sampai menjadi korban penipuan. Silakan hubungi Humas Unpad di nomor telepon (022) 842-88888 atau email humas@unpad.ac.id,” ucap staf Humas Unpad Dra. Wati Sukmawati.

Sekadar informasi, modus penipuan undangan seminar melalui SMS seperti ini memang sering terdengar. Setelah mengirim SMS, penipu biasanya meminta calon korbannya untuk menelepon seseorang (orang ketiga). Kemudian, orang ini akan mengatakan bahwa dana telah dikirimkan ke rekening calon korbannya, padahal tidak pernah ada dana yang dikirim.

Saat calon korban menelepon kembali untuk menanyakan mengapa tidak ada dana yang diterima, barulah penipu menjalankan aksi utamanya. Kemudian, penipu akan meminta calon korbannya mengecek di Anjungan Tunai Mandiri (ATM). Setelah sampai di ATM, calon korban akan diminta menelepon kembali.

Ketika menelepon di ATM itulah, penipu akan mengarahkan calon korbannya untuk memencet beberapa tombol di ATM. Beralih mengatakan itu adalah cara agar dana yang ditransfer segera sampai ke rekening tujuan, padahal itu adalah upaya mentransfer dana yang ada di rekening calon korbannya ke rekening penipu. Jadi berhati-hatilah.

Sumber : http://kampus.okezone.com