80 Persen Surat Suara Pilgub Jabar 2018 Sudah Terdistribusi

by

Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Barat menargetkan penyortiran surat suara untuk Pilgub Jabar 2018 selesai sebelum Lebaran. KPU Jabar mengklaim 80 persen surat suara sudah didistribusikan ke kota/kabupaten.

Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat menuturkan bahwa jumlah surat suara yang dicetak disesuaikan dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Jabar. KPU Jabar juga menyiapkan 2,5 persen surat suara tambahan dari jumlah DPT. Surat tambahan tersebut disebar berdasarkan jumlah DPT di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Meski begitu, dia belum bisa menyebut berapa banyak surat suara yang disebar dan melalui tahap penyortiran. Namun yang pasti surat suara sesuai jumlah DPT yang tercatat mencapai 31.735.133 orang. Jumlah itu sudah termasuk 51.514 pemilih dari kalangan disabilitas.

Rincian DPT terdiri atas 15.948.112 pemilih laki-laki dan 15.787.021 pemilih perempuan. Tersebar di 627 kecamatan, 5.957 desa/kelurahan dan akan memilih di 74.944 TPS. 

Yayat menyatakan kini pihaknya mulai melakukan kontrol terhadap surat suara yang sudah di sebar di sebagian besar kota/kabupaten. Seperti saat dihubungi “PR” pada Rabu, 30 Mei 2018, dirinya sedang meninjau surat suara di Kota/Kabupaten Tasikmalaya dan dilanjutkan ke Kabupaten Garut. 

“Saya lagi keliling, sedang mengontrol surat suara di Tasikmalaya. Surat suara kan sesuai DPT ditambah 2,5 persen. DPT-nya kan 31,7 juta lebih ditambah 2,5-nya,” ujarnya.

 

Dia mengungkapkan, hampir sebagian besar kabupaten/kota sudah menerima surat suara untuk Pilgub Jabar 2018. Distribusi surat suara pun difokuskan dikirim terlebih dahulu ke Jabar bagian Pantura dan Priangan Timur.

“Udah hampir sebagian besar kabupaten/kota sudah menerima surat suara untuk Pilgub Jabar dari pabrik. Pabriknya kan lokasinya ada di Bekasi. Makanya yang dikirim terlebih dahulu adalah yang terjauh dulu, seperti daerah Pangandaran. Kemarin saya ke Kabupaten Bogor sudah masuk,” tuturnya.

KPU Jabar memperkirakan 80 persen surat suara sudah didistribusikan ke kota/kabupaten. Pihaknya pun menargetkan penyortiran dan pelipatan surat suara selesai sebelum Idul Fitri. Penyortiran selesai, maka surat suara suara siap didistribusikan ke Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).

“Insya Allah sudah selesai sebelum Lebaran. Targetnya pokoknya sebelum Lebaran, proses sortir dan pelipatan sudah selesai. Kalau sudah selesai, tinggal dibagikan nanti setelah Lebaran didistribusikan ke PPK,” katanya.

Surat suara rusak

KPU setempat pun, lanjut dia, mempekerjakan orang untuk membantu penyortiran. Seperti di Kabupaten Bogor yang jumlah surat suaranya banyak, maka penyortiran dan pelipatan surat suara tak bisa mengandalkan PPS (Panitia Pemungutan Suara) dan PPK saja. 

“Iya, karena kan tidak bisa dilakukan sendiri. Seperti Kabupaten Bogor yang gede-gede (jumlah DPT-nya,red) itu kan gak bisa (sendiri). Tapi seperti Kota Tasikmalaya itu kan cuma sedikit ya,  hanya 10 kecamatan, pemilihnya juga sedikit. Jadi yang mengerjakan penyortiran dan pelipatan itu ya PPK dan PPS saja. Tapi kalau ditempat yang lain, kami meng-hire orang,” ucapnya.

Temuan surat suara yang rusak atau cacat pun tak banyak. Dari temuannya surat suara yang rusak atau cacat karena adanya tinta dan noda di surat suara. 

“Ada, tadi di Kota Tasikmalaya ada, di Kabupaten Bogor juga (ada). Biasa (cacatnya karena) tinta-tinta, noda-noda seperti itu. (Jumlahnya) enggak banyak, hanya sedikit,” katanya.

Sejauh ini, lanjut dia, KPU Jabar belum menemukan kendala berarti terkait distribusi dan penyortiran surat suara. Namun satu hal penting adalah pihaknya menegaskan agar KPU kota/kabupaten setempat meningkatkan pengawasan terhadap orang-orang yang terlibat dalam penyortiran dan pelipatan.

“Sementara ini belum ada kendala. Hanya saja seperti (wilayah dengan DPT banyak) Kabupaten Bandung, Bogor, Bekasi, pengawasan terhadap orang-orang yang terlibat dalam pekerjaan penyortiran dan pelipatan itu kan banyak, maka perlu ditingkatkan. Seperti di Bogor melibatkan 500 orang, jadi ya memang harus dibuat sebuah SOP (Standard Operating Procedure) yang ketat,” tutur dia

 

 

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com