Aher Ajak Masyarakat Jaga Kualitas dan Kuantitas Air di Jabar

by -47 views
Aher Ajak Masyarakat Jaga Kualitas dan Kuantitas Air di JabarGubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengajak masyarakat untuk bisa menjaga kualitas dan kuantitas air, hal tersebut disampaikan usai menghadiri Puncak peringatan Hari Air Dunia ke XXV Tingkat Provinsi Jawa Barat 2017 di gelar di Kawasan Waduk Jati Gede, Kabupaten Sumedang.
Gubernur menuturkan, kini permasalahan air sudah menjadi hal yang sangat serius untuk di tangani, terlebih kata dia, air merupakan sumber kehidupan primer yang harus tetap tersedia untuk kehidupan manusia.
“Air adalah kehidupan, tak ada kehidupan tanpa air, jaga kualitas dan kuantitas air dengan baik dari mulai hulu dampai hilir,” ungkap Gubernur yang biasa disapa Aher, di Kawasan Waduk Jati Gede, Kabupaten Sumedang, Kamis (27/4/2017).
Saat ini, Aher prihatin dengan kebiasaan masyarakat Jawa Barat yang belum bisa menjaga dan melestarikan air, hal tersebut terlihat dengan masih maraknya pencemaran air oleh limbah rumah tangga ataupun limbah industri terjadi di Jawa Barat.
Aher mencontohkan apa yang terjadi di Sungai Citarum, akibat kurangnya kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian air, menyebabkan Sungai terpanjang tersebut saat ini masuk pada sungai yang kritis, dengan tingkat pencemaran yang tinggi.
“Kita harus membangun budaya orang Mesir bagaimana Program (pelestarian) air bersih bisa berjalan, Citarum besatri kemudian bisa menjadi contoh perlahan tapi pasti,” ungkapnya.
Oleh karena itu, ia sangat berharap dengan berbagai program pelestarian air di Jabar, Mampu meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya air untuk terus di jaga. Sehingga di masa yang akan datang, air di Jabar akan melimpah dan terjaga keasriannya.
“Kita kembangkan lima tidak, Tidak menebang pohon, Tidak membuang limbah ternak, tidak membuang limbah rumah tangga, tidak membuang limbah industri, dan tidak membuang limbah apapun,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya pun berkomitmen untuk menjaga kualitas air dari hulu dengan tidak memberikan izin tambak ikan di Waduk Jatigede. Pasalnya, ketika melihat apa yang terjadi di Waduk Jatiluhur sekarang, akibat menjamurnya aktifitas pertambakan, menjadikan kualitas air, bahkan menurunkan kualitas turbin dan bendungan tersebut.
“Kita khawatir limbah perikanan akibat pakan berdampak pada kualitas air menurun dan borosnya Turbin,” ungkapnya.
Sebagai gantinya tambah Aher, pihaknya telah melakukan penanaman ikan di Waduk Jati Gede sebanyak 5 juta ikan, dan ditargetkan pada akhir 2017 akan dilakukan penanaman hingga 20 juta ikan, yang terdiri dari ikan konsumsi. Sehingga ikan-ikan tersebut dapat dimanfaatkan bersama oleh masyarakat untuk kebutuhan konsumsi sehari-hari.
“Kemudian kita putuskan tidak mengizinkan kerembah apapun tapi kita menyebar ikan, Nantinya tidak diperkenankan mengambil ikan yang kecil, tapi mengambil yang besar. Kita akan Tanam 12 juta, Hari ini 5 juta, Sehingga ikan jadi sumber yg memadai cukup,” pungkasnya.