Aher Ajak Peserta STQ Jabar XV Menjadi Agen Perubahan

by -35 views
Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Jabar XV resmi dibuka, Sabtu (8/4) malam. Dihadapan para peserta dari 27 kabupaten/kota se-Jabar itu, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengajak untuk menjadi agen perubahan.
“Jangan cuma mengincar juara saja, saya mengharapkan para peserta ini menjadi juara sesungguhnya. Yakni, menjadi agen untuk mengubah masyarakat ke arah yang lebih baik dan memiliki kesalehan sosial,” kata Heryawan di Pusat Dakwah Islam (Pusdai) Jabar.
Menurutnya, sebagai insan di muka bumi ini tak cukup jika hanya memiliki kesalehan individu saja. Tingkat kesalehan ini justru lebih bernilai jika mampu memberikan kesalehan sosial di masyarakat.
Pria yang akrab disapa Aher ini menyebutkan, gelaran STQ ini menjadi momentum untuk membumikan Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Hingga saat ini, Alquran yang menjadi kitab suci umat muslim selalu relevan di setiap zaman.
“Artinya, ini menjadi momentum mengukuhkan untuk selalu berpegang teguh kepada Alquran dan sunah nabi. Quran sepatutnya menjadi pembimbing atau way of life untuk kehidupan duniawi dan ukhrowi. Semoga, Quran menjadi hujjah atau pembela kita di akhirat nanti,” tuturnya seraya mengajak untuk mengaji satu hari satu juz.
Dia pun menambahkan, kebagahagian dan kemakmuran itu berkorelasi signifikan terhadap sikap yang menjadikan Alquran sebagai pegangan hidup. Kokohnya berpegang teguh kepada Alquran ini pun diakuinya dapat menjamin keamanan dan ketertiban di kehidupan bermasyarakat.
Sebelumnya, STQ XV Jabar ini digelar pada Sabtu-Kamis (8-13/4) mendatang. Bertempat di Pusdai Jabar, sebanyak 1.500 peserta akan berkompetisi pada lomba bernafaskan islami itu.
“Sekitar 1.500 peserta itu berasal dari 27 kabupaten/kota se-Jabar dengan melaui proses sertifikasi,” kata Ketua Panitia Pelaksana Dady Iskandar.
Menurutnya, berbeda dengan gelaran sebelumnya pada STQ kali ini pihaknya memakai aturan secara online. Aplikasi yang dinamakan e-STQ dan e-MTQ ini diyaniki bisa meminimalisasi kecurangan.
Dengan sistem ini, dia mengaku tak akan ada peserta yang memiki dua status kependudukan. Seperti diketahui, perlombaan semacam ini rentan kecurangan status kependudukan peserta.
“Sebenarnya, sah-sah saja suatu kabupaten/kota memakai pemain dari luar daerah. Asal, ini sesuai kesepakatan antardaerah. Terpenting, si peserta tidak diubah status kependudukannya,” jelasnya.
Selain peserta, pihaknya pun melakukan proses sertifikasi bagi Dewan Hakim. Dady menyebutkan proses ini dilakukan tim independen. Mereka yang ditetapkan menjadi anggota Dewan Hakim tersebut sengaja dirahasiakan identitasnya. Ini pun dilakukan guna meminimalisasi kecurangan.
Khusus mengenai kategori lomba, STQ ini mempertandingkan 4 cabang yang masing-masing diikuti 26 golongan. Kategori ini lebih sedikit dari gelaran Musabaqoh Tilawatil Quran (MTQ) yang mempertandingkan 7 cabang.
Secara rinci, keempat cabang yang dipertandingkan itu yakni Musabaqoh Tilawah Alquran, Musabaqoh Hifzil Quran 1-5 juz, Musabaqoh Hifzil Quran 10-20 juz, serta Musabaqoh Hifzil Quran 30 juz dan tafsir bahasa Arab.
“Dari hasil STQ ini, kita mengambil juara ke-1 untuk setiap kategori. Nantinya, meraka akan mewakili Jabar untuk bertanding di tingkat nasional,” tegasnya.
Dady menambahkan, pada gelaran sebelumnya kafilah dari Kota Bandung sukses menyabet juara umum. Di tingkat nasional, kafilah asal Jabar ini hanya berada di peringkat ke-3.