Aher: Hardiknas Sebagai Momentum Pemerataan Pendidikan

by -94 views
Aher Hardiknas Sebagai Momentum Pemerataan PendidikanHari Pendidikan Nasional yang diperingati pada 2 Mei setiap tahunnya dijadikan momentum oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk membangun semangat percepatan pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan di Jawa Barat.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menuturkan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) jangan hanya semata-mata perayaan seremonial. Lebih dari itu, ia menginginkan pada peringatan Hardiknas ini menjadi semangat bersama untuk membangun kualitas dan kuantitas pendidikan di Jawa Barat secara khusus.
“Hardiknas ini, tentu peringatannya bukan semata-mata seremoni, tapi dijadikan sebuah momentum untuk membangun semangat pembangunan pendidikan,” ungkapnya usai melakukan peringatan Hardiknas, di Gedung Sate, Bandung, Selasa (2/5/2017).
Gubernur yang biasa disapa Aher ini menyebut dengan tema yang diangkat dalam peringatan Hardiknas, dia meminta semua stake holder agar bisa mempercepat pemerataan dan meningkatkan kualitas pendidikan.
Hal tersebut menurut Aher menjadi kunci kemajuan suatu bangsa. Sebab dengan menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan merata, maka akan menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas pula.
Sehingga hal ini akan berdampak pada masyarakat yang berkualitas yang mampu membangun kehidupan berbangsa yang lebih baik.
“Sekarang dan ke depan adalah menghadirkan SDM unggul, SDM unggul akan terjadi manakala ada pendidikan yang unggul pula, dan kemudian pendidikan yang unggul harus dipercepat dan harus merata agar semua masyarakat yang ada bisa menikmati,” imbuhnya.
Ia menilai, dengan pemerataan pendidikan hingga ke pelosok daerah akan berdampak signifikan terhadap output masyarakat di tengah tantangan globalisasi. Paling tidak, tambah Aher, masyarakat di daerah pelosok dapat menikmati pendidikan hingga tingka SMA/SMK.
“Semua rakyat Jabar mencicipi pendidikan, paling tidak tingkat SMA/SMK, kemudian sebagiannya ke perguruan tinggi, sebagiannya bekerja, karena setelah lulus SMK tidak harus kuliah, bisa bekerja,” jelasnya.
Selain itu, ia berharap setelah terjadi pemerataan pendidikan di daerah, lulusan sekolah (SMA/SMK) di Jabar bisa menjadi lulusan yang berkualitas dan mampu berkompetisi, baik kemampuan soft maupun Hard skill.
“Itulah pesan Nawacita, itu pesan revolusi mental,” jelasnya