Aher : Jabar Siaga Darurat Bencana

by -81 views

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menyatakan Provinsi Jawa Barat dalam keadaan siaga darurat bencana banjir dan tanah longsor sampai awal pertengahan tahun 2017 nanti.

Aher menjelaskan, penetapan status darurat ini kelak akan berpengaruh pada kemudahan administrasi/mekanisme penggunaan anggaran untuk penanggulangan bencana.

Penetapan status darurat bencana berdasarkan hasil rapat koordinasi antara Pemprov Jabar dengan para pemangku kepentingan dan instansi terkait pada 4 september 2016, serta hasil evaluasi terhadap bencana alam banjir dan longsor yang terjadi di beberapa wilayah di Jabar.

“Saya instruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jabar melaksanakan upaya-upaya kesiapsiagaan keadaan darurat, sehingga mampu meminimalisasi potensi dampak bencana melalui penanganan yang bersifat cepat, tepat dan terpadu, seusai ketentuan peraturan perundangan,” kata Aher kepada wartawan di Gedung Sate, Bandung, Senin (14/11/2016).

Aher mengimbau kepada para kepala daerah kota kabupaten se-Jabar untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan tindakan-tindakan preventif yang diperlukan. Dia juga berpesan kepada masyarakat untuk selalu waspada terhadap cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini.

“Kepada masyarakat saya berpesan untuk selalu berwaspada mengingat rekomendasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sampai bulan Mei 2017 curah hujan di berbagai daerah di Jabar cukup tinggi,” pesannya.

Tahun ini Pemprov Jabar telah mengeluarkan dua kali status siaga bencana banjir dan longsor. Periode pertama adalah awal tahun ini mulai 4 Januari 2016 hingga 4 April 2016.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat Haryadi Wargadibrata mengatakan ada 15 daerah di Jawa Barat yang berpotensi menghadapi bencana banjir dan longsor.

“Jabar bagian tengah dan selatan berpotensi terjadi bencana longsor. Sedangkan banjir di wilayah Pantai Utara. Kami sudah mengetahui titik-titik rawannya,” jelas Haryadi