Aher: Kawasan Pertanian di Jabar Belum Dikelola Optimal

by -11 views

‎Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkeinginan untuk membuat kawasan pertanian. Sehingga setiap kabupaten/kota di Jabar memiliki hasil pertanian unggulan.

Namun, hingga saat ini kawasan pertanian di Jabar belum dioptimalkan dengan baik. Masing-masing daerah di Jabar masih meraba-raba hasil pertanian sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Jadi kalau yang di Bandung menanam tomat, yang di Tasikmalaya menanam tomat,” tutur Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan seusai bertemu dengan 6.000 penyuluh di Gelanggang Sabilulungan, Soreang Kabupaten Bandung, Kamis (25/8/2016).

Menurutnya, kondisi ini merugikan petani dan berpengaruh terhadap kualitas ketahanan pangan. Menurut dia, para petani tidak akan menikmati harga yang pantas saat menjual hasil panen ke pasaran.

“Hasil panen petani dihargai murah, salah satunya karena ketersediaan yang melimpah tidak sebanding dengan jumlah permintaan. Karena saat di satu daerah panen ini, di daerah lain pun panen yang sama. Sehingga harganya jatuh karena stok yang banyak,” katanya.

Dia menuturkan, komoditas pertanian dengan pola seperti itu akan terus berkurang. Dengan begitu, Jabar hanya menjadi swasembada beras, sedangkan untuk produk pertanian lainnya masih harus impor.

“Sehingga tidak mengherankan jika impor pangan negara kita cukup tinggi. Jumlah penduduk Indonesia yang semakin banyak, seharusnya ketahanan pangan masyarakat pun semakin baik dengan meningkatnya varietas dan kuantitas hasil pertanian,” jelasnya.

Heryawan sudah meminta Dinas Pertanian dan Peternakan untuk menata kawasan pertanian agar lebih baik. Pria yang akrab disapa Aher ini ingin kawasan pertanian ini jadi lebih profesional.

“Jadi diperlukan kreativitas. Lahan yang ada harus dimanfaatkan dengan baik,” katanya.

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Naser menuturkan, siap mengikuti sistem manajemen tanam jika kawasan pertanian sudah ditata. Saat ini, Pemkab Bandung telah menerbitkan peraturan bupati terkait kawasan pertanian.

“Kami mengatur kawasan tumpang sari, apa saja yang boleh. Ketinggian derajat persentasenya sedang dikaji bersama perhutani,” katanya.

“‎Kami meminta pemerintah pusat lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian pertanian. Dengan begitu, diharapkan industri pertanian Tanah Air akan lebih baik lagi,” jelasnya