Aher Kecam Penyiraman Air Keras pada Novel Baswedan

by -49 views
Dua orang tidak dikenal menyerang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dengan menggunakan air keras usai korban melaksanakan salat subuh berjamaah di Masjid Al Ikhsan, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
Akibatnya, Novel harus mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Mitra Keluarga, Jakarta Utara, karena mengalami luka bakar serius di bagian wajahnya.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) turut bersimpati atas apa yang terjadi kepada penyidik yang sedang menangani kasus korupsi KTP-El itu.
“Ini kriminal, tidak boleh terjadi seperti itu. Bayangkan ada petugas hukum tiba-tiba disiram air keras, maka itu tindakan kriminal brutal yang tidak bisa dibenarkan,” kata Aher kepada wartawan ditemui di Gedung Sate, Bandung, Selasa (11/4).
Dia berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku yang menyiram air keras kepada Novel. Pasalnya bisa jadi yang terancam bukan hanya Novel Baswedan, tetapi juga orang-orang yang selama ini berupaya melakukan penegakan hukum dengan baik.
Maka, kata Aher, para penyidik hukum yang sedang menangani kasus-kasus di Indonesia butuh perlindungan aparat kepolisian.
“Selain itu tentunya kita harus berhati-hati. Berarti kan berlaku untuk siapapun kaidah bersama-sama. Pulang sendirian nanti bermasalah. Supaya tidak dihantam serigala, emang berlaku. Sederhana, ini hadis Nabi Muhammad,” kata Aher.
Upaya perlindungan para aparat penegak hukum yang sedang menjalankan tugas negara sangat penting, karena akan berpengaruh terhadap upaya penyelesaian kasus hukum.
“Wajar kalau ke mana-mana berjamaah. Sehingga kalau ada keburukan bisa saling mengingatkan,” pungkas Aher.