Aher Saksikan Langsung Pembangunan Jembatan Rawayan

by -83 views
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan meninjau langsung pembangunan Jembatan Rawayan, kali ini jembatan ke 15 yang menghubungkan Desa Karangbungur dan Desa Ranggasari, Kecamatan Buah dua, Kabupaten Sumedang.
Berbeda dengan biasanya, Aher sapaan akrabnya kali ini ia menyaksikan proses pembuatan pondasi pembangunan jembatan Rawayan. Hal ini kata dia disebabkan ia ingin mengetahui teknik yang digunakan Vertikal Rescue Indonesia dalam melakukan pembangunan Jembatan Rawayan.
“Di awal, kami lihat pemasangan batu landasan yang diikat menggunakan kawat baja, kemudian dibentangkan melalui tiang antara kedua ujungnya. Besok pun selesai, cuma butuh waktu lima hari dengan bantuan teknik dari Vertical Rescue ini,” kata Gubernur Aher di lokasi pembangunan jembatan tersebut, Selasa (4/4/2017).
Ia menuturkan, selanjutnya akan melakukan standardisasi jembatan-jembatan yang didirikan oleh Vertical Rescue. Sertifikasi oleh Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat ini untuk memastikan ketahanan jembatan dan keamanan penggunaannya bagi masyarakat.
“Kita buat standard baru, bukan standard yang selama ini ada di Bina Marga. Biasanya jembatan dibuat dengan waktu yang lama dan biaya tinggi. Bisa sampai sebulan, menunggu cor semen kering. Tapi dengan teknik yang biasa digunakan untuk panjat tebing, bisa lebih cepat dan murah,” jelas Aher.
Jembatan ini dibuat dengan gotong royong masyarakat melintang di atas Sungai Neglasari sepanjang 60 meter. Setelah sebelumnya, dibuat juga jembatan serupa di Naringgul Cianjur sepanjang 120 meter, di Cibingbin Cirebon sepanjang 70 meter, serta di Karangpawitan dan Pakenjeng di Kabupaten Garut. Dari 20 jembatan yang didirikan Vertical Rescue di Indonesia, 15 di antaranya terdapat di Jawa Barat.
“Semoga dapat bermanfaat bagi masyarakat nantinya, tidak usah menyeberang langsung ke sungai atau ambil jalur memutar lagi. Tapi ingat, jembatan ini hanya boleh dilalui tiga orang sekaligus. Ke depannya sertifikasi, supaya bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.
Ditemui ditempat yang sama, Komandan Vertical Rescue Indonesia, Tedi Ixdiana, menjelaskan bahan pokok yang dibutuhkan dalam membangun jembatan ini adalah sling baja, baud, dan besi. Nantinya Sling baja ini diikatkan pada sejimlah batu besar yang menjadi fondasi jembatan di sekitar sungai, ditanam dengan kedalaman sampai dua meter.
“Sedangkan pijakannya menggunakan bambu, karena di Jawa Barat kebanyakan bahan yang ada adalah bambu. Dengan demikian, masyarakat bisa merawat jembatan ini dengan menganyam bambu untuk pijakan jembatan,” katanya.
Tedi mengatakan jembatan-jembatan yang telah dibuat oleh timnya siap untuk disertifikasi. Nantinya kata Tedi tim dari dinas terkait akan melakukan pengecekan dan apa yang mereka lakukan akan menjadi standar pembangunan Rawayan kedepannya.
Hal tersebut lantaran kata Tedi, jembatan-jembatan yang telah dan akan dibangun merupakan hasil penelitian yang telah dilakukan di Laboratorium jembatan yang dimiliki pihaknya, laboratorium ini berada di Kota Bandung. Di Jawa Barat sendiri berdasarkan data yang ia miliki, setidaknya ada 200 lokasi yang membutuhkan jembatan gantung