Aher Upayakan Penyelenggaraan PON Jadi Acuan

by -11 views
Jatinangorku.com – Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan akan menjadikan perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX 2016, dan Pekan Paralympic Nasional (Peparnas) XV 2016 sebagai bahan acuan untuk penyelenggaraan multievent olahraga berikutnya.
Ketika Jawa Barat  ditunjuk sebagai tuan rumah PON XIX 2016 dan Peparnas XV 2016, Aher, panggilannya, kesulitan mencari bahan acuan untuk penyelenggaraan PON ataupun Peparnas,  karena tidak ada petunjuk baku pelaksanaannya.
Oleh karenanya, sebagai ketua PB PON, Aher sudah menugaskan dokumentasi setiap langkah mulai dari persiapan sampai penutupan PON XIX 2016, baik dalam bentuk media ataupun berupa catatan.
“Dalam tata cara sudah mendaerahkan semenjak reformasi, kami sebagai PB PON sulit mencari pengalaman tertulis langkah-langkah mulai tahap awal sampai selesai, jadi saya meminta temen di PB PON untuk mendokumentaskan sejak awal,” ucap Aher di Hotel Ibis Style, Jalan Braga, Bandung, Rabu (9/12) malam.
Aher menginginkan pelaksanaan PON dan Peparnas di Jawa Barat bukan hanya sekadar sukses saja, melainkan bisa dikenang dan bahkan menjadi acuan bagi daerah lain yang ditunjuk sebagai tuan rumah.
Oleh karenanya, Aher juga membuat semboyan ‘Berjaya di Tanah Legenda’ dalam penyelenggaraan PON XIX 2016, dengan harapan pelaksanaan event olahraga di Jawa Barat turut menjadi legendaris hingga di masa depan.
“Mudah-mudahan ini jadi momentum kebangkitan olah raga kita. Makanya kita pakai tagline berjaya di tanah legenda, karena banyak bangunan sejarah dan legenda lain yang lebih jauh kaya yang bagus,” paparnya.
Sebagai salah satu langkahnya, Aher juga membuat terobosan dengan melibatkan kepala daerah di 15 kabupaten/provinsi untuk terlibat langsung dalam penyelenggaraan PON XIX dan Peparnas XV. 
Sehingga, kata dia, setiap langkah yang dilakukan tuan rumah bisa terdokumentasikan secara rinci.
“Kita juga berikhtiar agar para bupati dan walikota terlibat secara penuh, kita juga ada sub PB PON, sehingga 15 bupati atau walikotanya nanti sebagai ketua Sub PB PON, ini baru karena belum terjadi di tempat lain,” ulasnya.
Khusus untuk pembukaan PON XIX 2016 pada 9 September mendatang, Aher manjanjikan acara opening ceremony akan berlangsung meriah dengan melibatkan ribuan orang, serta memadukan antara kecanggihan teknologi dan keragaman budaya khas Jawa Barat.
Selain untuk acara pembukaan dan penutupan PON XIX 2016, Aher juga memberikan instruksi langsung kepada Bupati Kabupaten Bandung, untuk menjadikan Stadion si Jalak Harupat menjadi kawasan terpadu khusus menyediakan beragam fasilitas olahraga.
“Saya minta bupati Bandung agar sekarang sudah bisa pembebasan lahan, kalau awalnya cuma 60 hektar, kenapa gak digenapkan jadi 100 atau bahkan bisa sampai 200, dan dikerjakan sekarang menjadi kawasan terpadu supaya nanti bisa dipakai mungkin 10 tahun ke depan, bisa menyaingi Jaka Baring yang dipersiapkan 30 tahun sebelumnya,” bebernya.
Aher mengungkapkan, untuk kesiapan keseluruhan venue untuk PON XIX dan Peparnas XV 2016 sudah mencapai 94 persen. Sementara sisanya yang 6 persen akan digeber hingga rampung pada semester pertama 2016.
“Insya Allah Juni sudah selesai semuanya, dan sisanya tinggal melakukan secara terperinci, semua pengerjaan sudah ditenderkan sudah mencapai 94 persen,” tegasnya.
Sebagai penunjang percepatan, Aher menyebutkan pihaknya telah menyiapkan Rp 2 Triliun yang bakal dialokasikan untuk venue serta akses jalan menuju tempat penyelenggaraan.
“Untuk 2016 kita siapkan Rp 2 triliun lebih, tapi insya Allah dampaknya jalan bisa jadi bagus, akses menuju ke venue ataupun di setiap daerah bagus, sehingga bisa mendorong perkembangan ekonomi juga,” tandasnya