Air Bersih Kian Sulit Didapat, Warga Menduga Imbas Maraknya Pembangunan Gedung Komersil

by

Warga Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, menduga, kesulitan mendapatkan pasokan air bersih dikarenakan maraknya pembangunan gedung komersial di sekitar kawasan pendidikan Jatinangor.

Sebelum 2010, wilayah Jatinangor, masih belum marak pembangunan gedung komersil dan kondisi Sungai Cikeruh masih menyisakkan banyak air bagi warga Desa Jatiroke.

Pada masa itu pun, untuk mendapatkan pasokan bersih, warga cukup mendapatkannya langsung di setiap sumur dan tidak khawatir mendapatkan air berkualitas buruk meski memasuki musim kemarau sekali pun.

Namun, di musim kemarau saat ini saja, warga mengaku mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih, karena setiap kemarau datang, sumur milik warga pun surut dan tidak bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari.

“Di kemarau tahun ini saja, saya memanfaatkan air Sungai untuk mandi dan mencuci. Habis air sumur tidak bisa digunakan, sisa lumpur saja,” kata Atang Supriadi (70), warga Desa Jatiroke di Sungai Cikeruh, Kecamatan Jatinangor, Selasa (16/10/2018).

Hingga pertengahan Oktober 2018, kata Atang, hujan tak kunjung turun, sehingga semakin mengalami kesulitan mendapatkan air bersih untuk berbagai kebutuhan.

“Suka bingung juga, daerah dataran tinggi itu kan harusnya banyak air, kenapa di sini tidak,” kata Atang.

Wilayah Jatinangor yang diberada di bagian barat Kabupaten Sumedang, diketahui termasuk ke dalam wilayah cekungan Bandung dan berbatasan langsung dengan Kawasan Bandung Utara (KBU).Wilayah yang seharusnya dipertahankan untuk kawasan hijau, namun realitanya saat ini, sebagian besar wilahnya telah mengalami perubahan fungsi.Direktur Walhi Jabar, Dadan Ramdan, mengatakan, kawasan Jatinagor menjadi salah satu daerah pensuplai air bagi Cekungan Bandung dan aliran air ke sebagian wilayah Bandung berasal dari Jatinangor.”Kami belum melakukan investigasi mendalam, namun kami lihat, di Jatinangor semakin marak pembangunan komersil,” kata Dadan.Maraknya pembangunan komersil di wilayah Jatinangor, kata Dadan, berakibat banyak memakan air tanah untuk kebutuhan pembangunan, padahal wilayah tersebut, merupakan zona kritis.”Air yang di konsumsi warga akan terganggu dengan maraknya sarana komersil,” kata Dadan.Selain itu, maraknya pembangunan komersil pun, membawa dampak merugikan lainnya, yaitu meningkatkan produksi sampah dan mengurangi area resapan.”Imbas dari perubahan fungsi, bencana banjir kerap kali melanda wilayah Kecamatan Rancaekek dan Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, karena terjadinya kerusakan di wilayah hulu yang minim penyerapan,” kata Dadan.

 

 

 

 

Sumber : http://jabar.tribunnews.com