Air Kolam Kian Menyusut, Petani Ikan Sumedang Terancam Rugi

by -39 views

Jatinangorku.com – Sejumlah petani ikan  di wilayah Kab.Sumedang terancam rugi. Hal itu menyusul terjadinya penyusutan air di kolam milik mereka.

“Sekarang kesulitasn air tidak hanya dirasakan oleh petani padi, tetapi mereka yang bergerak dalam usaha budi daya ikan juga mengalami hal yang sama,” kata Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Kab.Sumedang, Yosep Suhayat, kepada galamedianews.com, Minggu (5/7/2015).

Akibat memiliki kepentingan yang sama, mereka tak jarang rebutan air, yang masih tersisa disaluran irigasi yang ada disekitarnya. Namun karena air yang mengalir tidak mencukupi kebutuhan kolam, akhirnya sebagian dari mereka terpaksa memanen ikan lebih cepat.

Di situasi seperti ini, khususnya pembudidaya ikan pembesaran seperti jenis ikan nila dan mas, yang terpaksa melakukan percepatan panen untuk mengurangi kerugian. Sebab langkah itu, merupakan upaya untuk mengurangi kematian ikan, yang disebabkan air kolam terus menyusut.
Sementara itu, kondisi paling parah dialami oleh petani budidaya lele. Pasalnya, dalam menjalankan usahanya mereka kebanyak hanya mengandalkan sumber air dari sumur. Hal itu, mengingat sistim pemeliharaan lele yang dilakukannya terbuat dari kolam terpal.

Memasuki masa kemarau saat ini sebagian besar dari mereka sudah menghentikan kegiatannya karena kesulitan air untuk mengisi kolamnya. Menyikapi persoalan itu, mereka pun terpaksa harus memanen lele lebih awal. Alhasil harga jualnya menjadi murah sehingga mereka terancam rugi.
“Kondisi ini selalu terulang setiap tahunnya. Dan tentunya apa yang dialami oleh mereka, menjadi tantangan bagi pemerintah. Adapun kebijakan yang harus menjadi prioritas pemerintah diantaranya dengan membangun atau memperbaiki inprastruktur irigasi, guna menunjang kegiatan usaha masyarakat baik dalam budidaya padi maupun perikanan,” katanya.

Disamping itu, guna mejaga kesinambungan mereka dalam menjalankan usahanya itu, pihaknya melalui petugas lapangan, terus berusaha memberikan motivasi, supaya mereka tidak kapok dengan situasi yang mereka alaminya itu.

“Alasannya itu, memang cukup klasik. Tapi kenyataan dilapangan seperti itu. Petani padi dan pembudiya ikan gagal panen atau mengalami rugi, akibat kekeringan atau kolam ikannya menyusut,” ujarnya.

Sumber : http://www.galamedianews.com/