Ajaran Baru Murid SD Cijeungjing Jatigede Belajar di Ruang Darurat

by -23 views

 

Tahun ajaran baru bagi muriddi SDN Cijeungjing 2, Desa Kadujaya, Kecamatan Jatigede harus belajar di ruang kelas darurat. Sekolah yang dihuni 50 murid ini sudah dibongkar karena lahannya dipakai proyek PLTA Jatigede milik Indonesia Power.

SDN Cijeungjing 2 dibongkar sebelum lebaran dan untuk melaksanakan aktivitas belajar mengajar menggunakan bangunan madrasah diniyah awaliyah (MDA) yang ada di Desa Cijeungjing. “Sekolah dibongkar sebelum lebaran dan untuk kegiatan belajar mengajar memakai bangunan MDA milik Pak Haji Ence Widia, pengusaha bus,” kata Suryana, Kepala SDN Cijeungjing melalui sambungan telepon, Senin (18/7).

Menurutnya, pemilik MDA mengizinkan tempatnya dipakai oleh SDN Cijeungjing. “MDA itu dipakai belajar mengaji sore hari dan pagi sampai siang dipakai oleh SD Cijeungjing,” katanya.

Ia mengatakan bangunan MDA ada di Desa Cijeungjing yang berbatasan dengan Desa Kadujaya. “Jaraknya kurang dari satu kilometer dari sekolah yang dibongkar,” katanya.

Suryana mengatakan bangunan MDA hanya memiliki empat ruangan saja sementara di SD Cijeungjing ada enam kelas. “Bangunan itu disekat sehingga bisa menjadi ruang belajar dan ruang guru. Ya berdesakan juga,” katanya.

Disebutkan, pihak PLN bertanggungjawab dengan memperbaiki bangunan MDA sehingga bisa dipakai kegiatan belajar mengajar. “MDA itu masih belum selesai dan PLN membantu memberesakan bangunannya. Begitu juga pembangunan sekolah baru, PLN bertangungjawab dengan membangun sekolah baru dan saat ini sedang dalam proses pembangunan,” katanya.

Bangunan sekolah baru ada di blok Panaekan masih di Desa Kadujaya. “Saat ini sedang pematangan lahan dan di blok itu selain dibangun sekolah juga dibangun kantor desa dan masjid,” katanya.

Suryana menyebutkan belum diketahui kapan bangunan sekolah baru akan selesai. “Sekarang masing dilakukan perataan tanah oleh alat berat. Belum tahu kapan beresnya,” katanya