Akan Bongkar Kios Penjual Miras, Warga Cimanggung Tebar Ancaman

by -12 views

Akan Bongkar Kios Penjual Miras,  Warga Cimanggung Tebar Ancaman

Jatinangorku.com – Sejumlah kios dan warung yang sempat digunakan tempat mengedarkan minuman keras (miras) di kawasan Kec. Cimanggung, Kab. Sumedang terancam dibongkar massa yang anti dengan peredaran barang haram tersebut. Warga mengancam akan membongkar kios dan warung yang kerap menjual miras dalam upaya mengenyahkan miras dari Kec. Cimanggung.

Ketua BPD Sindangpakuon, Kec. Cimanggung, Toni Santoso menegaskan, saat ini miras kembali beredar di Kec. Cimanggung yang dijual di sejumlah kios dan warung. “Mereka ‘kan mendirikan warung dan kios di pinggir jalan tidak ada izinnya. Parahnya, mereka pun menjual miras. Jika mereka kembali menjual miras, warga akan marah dan segera membongkar kios dan warung tersebut,” kata Toni kepada “GM” di Parakanmuncang, Desa Sindangpakuon, Kamis (22/8).

Di tempat sama, Ketua RW 04 Desa Sindangpakuon, Suparli mengatakan, dalam beberapa hari terakhir ini diperkirakan peredaran miras di Kec. Cimanggung sudah menghilang. “Bersihnya peredaran miras di Kec. Cimanggung itu, karena sebelumnya aparat kepolisian gencar memberantas dan merazia miras,” katanya.

Menurut Suparli, masyarakat akan proaktif membantu aparat kepolisian saat merazia miras. “Kita benar-benar berharap Cimangung bersih dari peredaran miras. Warga pun berharap tidak ada lagi warung atau kios yang menjual miras,” katanya.

Jika miras kembali muncul, aparat terkait harus segera bertindak tegas dengan cara merazianya. “Jangan memberikan kesempatan kepada mereka untuk kembali mengedarkan miras. Miras hasil razia harus segera dimusnahkan,” katanya.

Aparat serius

Sementara itu, Oot Ruhiyat Gunadi, salah seorang anggota DPRD Kab. Bandung dari daerah pemilihan (dapil) 4 sangat berharap aparat serius menangani miras, terutama di kawasan Parakanmunnag, Kec. Cimanggung. Sebab kawasan Parakanmuncang diduga menjadi tempat menjual miras.

“Di kawasan Parakanmuncang saya mensinyalir miras dijual dengan bebas. Pembelinya selain warga Parakanmuncang, Cimanggung, juga warga Cicalengka dan Rancaekek. Dampaknya jelas, belasan orang, termasuk 4 warga Cicalengka meregang nyawa setelah menenggak miras. Intinya, aparat terkait harus serius dan perlu ada koordinasi antaraparat di Kab. Bandung dan Kab. Sumedang,” katanya.

Dikatakan Oot, aksi memerangi miras di wilayah timur Kab. Bandung dan sekitarnya, harus melibatkan aparat, baik kepolisian, Disperindag maupun Dinkes. “Yang paling berbahaya dan sering meminta korban miras oplosan dan pil Dextro. Untuk itu, Dinkes harus melakukan tindakan agar pil Dextro tidak dijual bebas,” katanya.

Sebelumnya pada bulan Ramadan lalu, Polsek Cimanggung menyita berbagai jenis miras oplosan yang dikemas dalam botol air mineral dan plastik. Termasuk mengamankan bahan baku miras yang tersimpan dalam jeriken. Miras tersebut hasil razia di warung dan kios di wilayah hukumnya.

Sumber : http://klik-galamedia.com