Al Ma’soem Kedepankan Pendekatan Idiologis

by -31 views

Al Ma’soem Kedepankan Pendekatan Idiologis

Jatinangorku.com –  Yayasan Pendidikan Al Ma’soem (YPA) melakukan pendekatan idiologis terhadap para karyawan maupun manajemen yang ada di lingkungan yayasan tersebut. Selain pendekatan secara profesional, juga berdasarkan pada syariat atau ajaran islam. Melalui pendekatan itu, akan memupus prilaku yang tidak baik.

“Al Ma’soem lebih mengutamakan kejujuran dan kebenaran dalam bekerja. Meski dalam ajaran islam ada prinsip lebih mengutamakan saudara seagama. Jika terjadi ada perbedaan paham, walau saudara bisa ditinggalkan,” kata Pimpinan Pesantren Siswa Al Ma’soem, Ustadz Asep Abdul Hakim kepadaklik-galamedia.com di lingkungan YPA Jln. Raya Cipacing, Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang, Rabu (19/2/2014).

Menurutnya, dengan mengutamakan kejujuran dan kebenaran, sehingga hubungan antara sesama manusia yang tak sedarah pun seperti tak ada sekat atau pembatas. Sementara jika ada perbedaan paham, meski ada hubungan keluarga akan membatasi dalam menciptakan profesionalisme dalam bekerja.

“Ini yang dinamakan program kerja Al Ma’soem lebih mengutamakan pendekatan idiologis, bukan biologis,” katanya.

Tetapi yang jelas, dikatakan Asep, YPA lebih mengedepan sisi akhlak yang didasari pada syariat islam. Artinya, mengutamakan kejujuran. Jika ada hubungan saudara dan tak jujur, bisa mengutamakan orang lain yang lebih jujur.

“Artinya, kita dalam bekerja lebih mengutamakan seirama dalam perjuangan yang didasari pada syariat islam tadi. Yang lebih penting ada pemahaman yang sama dalam melakukan pekerjaan,” katanya.

YPA, kata Asep, lebih mengedepankan program kerja dan pendidikan bermanfaat bagi orang lain.

“Walaupun hidup kita sudah kaya atau berada, tapi kita tetap hidup sederhana dan tak bermewah-mewahan. Yang diharapkan agama seperti itu,” katanya.

Asep berharap, program pendidikan yang diterapkannya dapat memberikan manfaat bagi daerah sendiri, ketimbang memberikan manfaat di luar daerahnya.

Menurutnya, dengan melakukan pendekatan idiologis, secara otomatis dapat memberikan dukungan dalam pemberantasan korupsi. Karena di dalamnya terdapat pesan moral dan lebih mengutamakan kualitas akhlak. “Semua didasarkan pada syariat islam,” katanya.

Lebih lanjut dia mengatakan, YPA tak mengenal istilah nepotisme. Menurutnya, di YPA memang ada di antara pekerja ada hubungan saudara. “Tetapi mereka sama-sama saling menjaga nama baik untuk meningkatkan profesionalisme dalam bekerja. Semua pekerja akan saling mengontrol dan mengawasi,” katanya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/