Anak Jalanan, Gepeng, Hingga Orgil Serbu Kawasan Jatinangor

by -167 views


JATINANGOR

Sejumlah gelandangan dan pengemis (gepeng), anak jalanan (anjal), dan orang gila (orgil) kini bisa ditemui di sejumlah sudut kota kawasan Jatinangor, Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang. Mereka memanfaatkan fasilitas trotoar untuk tempat pejalan kaki dan di depan sejumlah mal dan minimarket.

Karena trotoar telah dikuasai sejumlah gepeng, anjal, dan orgil, akhirnya para pejalan kaki pun berusaha untuk mengalah dan memilih berjalan kaki di bahu dan badan jalan. Pemandangan ini terpantau “GM” di trotoar di depan kawasan Jatos. Mereka menempati trotoar mulai pagi hingga jelang sore.

Ahmad (40), warga Cileles, Kec. Jatinangor kepada “GM” di Jatinangor, Selasa (6/11)n, mengatakan, keberadan sejumlah gepeng. anjal dan orgil di trotoar jalan di kawasan Jatinangor itu mengganggu kenyamanan para pejalan kaki.

“Sebaiknya, aparat terkait baik di Kec. Jatinangor dan Pemkab Sumedang segera menertibkan, Jangan sampai mereka setiap hari duduk di trotoar menghalangi para pejalan kaki,” kata Ahmad.

Menurutnya, fungsi trotoar itu bukan untuk tempat mangkal mencari nafkah. Jika para gepeng, anjal, dan orgil itu ditertibkan maka akan memberikan rasa aman dan nyaman kepada para pejalan kaki.

“Saat ini banyak para pejalan kaki yang terpaksa mengalah ketika ada gepeng, anjal, dan orgil mangkal di trotoar,” ungkapnya.

Mereka harus ditertibkan supaya tidak mengganggu kenyamanan orang lain. Apalagi mereka menempati fasilitas umum yang menjadi kepentingan orang banyak. “Apalagi mereka sehari-hari duduk di trotoar,” ujarnya.

Ia pun sangat berharap aparat memberikan kenyamanan bagi para pejalan kaki. Jangan gepeng, anjal, dan orgil itu terkesan dibiarkan. “Keamanan para pengunjung juga harus diperhatikan. Sebaiknya pihak pengelola Jatos memperhatikan kondisi trotoar yang mulai banyak dipenuhi gepeng agar para pengunjung nyaman,” katanya.

Nirwan (35), pedagang nasi di Jalan Raya Jatinangor menduga ada pihak-pihak yang mengedrop para gepeng tersebut setiap pagi. Menjelang sore mereka kembali dijemput. Namun warga mana hingga saat ini belum diketahui.

“Orang gila kini banyak berkeliaran di kawasan Jatinangor. Sebaiknya dilakukan penertiban. Jika tidak Jatinangor akan sareuksek,” katanya.

(B.105)**