Anggaran Desa di Jabar Terserap 93 Persen

by -21 views
Penyerapan anggaran dana desa di Jawa Barat pada 2016 ini sudah mencapai 93 persen. Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar menilai penyerapan akan lebih optimal apabila tenaga pendampingan desa bisa dipenuhi.
“Jadi kita butuh pendampingan karena kurang 1.064 dengan itu termenuhi maka akan menjadi optimalisasi dalam penyerapan,” ujarnya saat menerima perwakilan roadshow mewakili Kementrian Desa Tertinggal dan Transmigrasi R.I, di Gedung Sate, Rabu (14/12/2016).
Sementara itu ditempat yang sama, Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Ahmad Erani Yustika menyebut terjadi peningkatan penyerapan anggaran hingga mencapai angka 90 persen dana desa yang terjadi tahun 2016 hinga Desember ini.
“Tahun lalu penyerapan dana itu mencapai 83 persen ,tahun ini sampai awal desember ini untuk provinsi Jabar ini sudah 90 persen,” ungkapnya.
Ia menuturkan, indikator tersebut dilihat dari kemampuan desa dalam memanfaatkan dana tersebut sesuai dengan regulasi yang ditetapkan, diantaranya adalah, pemenuhan kebutuhan dasar, pembangunan sarana dan prasarana Desa, pembangunan potensi ekonomi lokal dan pemanfaatan sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan.
“Saya minta agar dana desa hanya untuk khusus pembangunan dan pemberdayaan tidak boleh diluar itu,” ujarnya.
Pihaknya akan terus melakukan sosialiasi yang telah dilakukan dua tahun terakhir. Sebab, ia menilai banyaknya perangkat desa baru menjabat menjadikannya merasa perlu untuk terus melakukan sosialisasi untuk membangun keterampilan dan juga pengatahuan mereka agar mampu memanfaatkan dana desa sesuai dengan tujuan pokok tersebut.
Oleh karenanya, ia mengharapkan kementrian dalam negeri dan pemerintah daerah untuk mempercepat pelatihan untuk perangkat desa. karena ia menilai perangkat desa berada dibawah koordinasi kementrian dalam negeri.
Selain itu pihaknya akan berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk mengukur tingkat keberhasilan dalam penerapan program dana desa ini.
“Untuk penghitungan kami bekerja sama dengan BPS, kami tidak bisa bergerak sendiri,” pungkasnya