Anggota DPR Setuju Bawaslu Awasi Kampanye di Twitter dan Facebook

by -19 views

Anggota DPR Setuju Bawaslu Awasi Kampanye di Twitter dan Facebook

jatinangorku.com – Anggota Komisi II DPR RI, Budiman Sudjatmiko, sepakat dengan rencana Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mengawasi kampanye melalui media sosial Twitter dan Facebook. “Menurut saya itu bagus. Artinya perlu pengawasan terutama agar tidak melakukan (kampanye) pada minggu tenang,” kata Budiman ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Jumat (13/9/2013). Dalam diskusi di gedung DPR RI Jakarta, Kamis (12/9/2013), Ketua Bawaslu Muhammad mengatakan pihaknya berencana mengawasi dan menertibkan kampanye melalui media sosial. “Kita akan segera putuskan bagaimana menjerat itu (pelanggarannya),” kata dia. Meskipun demikian, Budiman Sudjatmiko mengakui memang yang agak susah adalah mengecek apakah sebuah akun Twitter atau Facebook itu sungguh-sungguh  dipegang oleh kandidat yang bersangkutan.  “Ini terutama agak susah diberlakukan pada akun Twitter. Karena bisa saja. Sebuah akun dibuat dengan mencantumkan foto kandidat, nyatanya orang lain lah yang membuatnya,” kata Budiman. Dijelaskan Budiman memang lebih baik haurs ada verifikasi pada akun Twitter dan Facebook. “Katakanlah seorang kandidat harus melaporkan pada KPU, apa saja akun (Twitter atau Facebook) yang dia pakai, karena memang seeorang bisa saja punya satu atau lebih akun. Laporkan pada KPU bahwa dengan akun_akun  ini dia akan berkampanye dan bertanggungjawab atas isinya. Nanti biarkan Bawaslu yang mengawasi,” kata pemilik akun Twitter @budimandjatmiko ini. Memang media sosial Twitter dan Facebook belakangan ini kerap digunakan sebagai media kampanye untuk Caleg atau calon kepala daerah. Menjelang Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2014 banyak calon anggota legislatif (Caleg) DPR dan DPRD serta calon Presiden (Capres) yang menggunakan akun Twitter dan Facebook untuk berkampanye mensosialisasikan kegiatannya.  Bahkan kerap terkesan kampanye negatif menyerang kandidat calon lainnya. Namun apakah akun Twitter atau Facebook itu asli atau palsu masih perlu diverifikasi.

Sumber : http://id.berita.yahoo.com/