Antisipasi Amuk Massa Terulang

by -13 views

Antisipasi Amuk Massa Terulang

Jatinangorku.com – Sejumlah tokoh masyarakat dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kec. Cicalengka, Kab. Bandung berharap dinas terkait segera melakukan langkah antisipasi agar aksi perusakan di Stasiun KA Cicalengka tidak terulang lagi. Pihak PT KAI pun bisa memfasilitas para pedagang untuk tetap berjualan di lingkungan stasiun. 

“Hal itu bagian dari bentuk pelayanan kemanusiaan PT KAI kepada para pedagang yang ada di lingkungan stasiun,” kata Ketua LSM Panglawungan Kisunda Kab. Bandung, Lukman Nulhakim kepada “GM” di Cicalengka, Rabu (21/8).

Menurut Lukman, kejadian tersebut sempat menimbulkan keresahan di masyarakat. Amuk massa yang dipicu adanya pembatasan kuota penumpang KRD ekonomi sebanyak 500 orang. “Kalau ada penambahan kuota penumpang KA bagaimana? Mungkin bisa menjadi solusi. Soalnya, penumpang di Stasiun KA Cicalengka cukup banyak,” katanya.

Ia juga kawatir perusakan stasiun itu dipicu persoalan lain. Soalnya sebelumnya ada informasi, para pedagang sudah tidak bisa berjualan di lingkungan stasiun. Untuk itu, pihak terkait juga bisa memfasilitasi para pedagang. “Jangan sampai usaha mereka terganggu gara-gara kesulitan berjualan di lingkungan stasiun,” katanya. 

Kepala Stasiun KA Cicalengka, Hartoyo mengatakan, terjadinya perusakan fasilitas Stasiun KA Cicalengka karena para calon penumpang terlihat anarkis. “Penumpangnya sudah terlihat beringas,” kata Hartoyo kepada wartawan di Stasiun KA Cicalengka, Senin kemarin.

Sementara itu, Humas PT KA Daerah Operasional 2 Bandung, Jaka Jakarsih mengatakan, perusakan di Stasiun KA Cicalengka itu, dipicu adanya isu penggiringan calon penumpang KRD ekonomi yang tidak kebagian tiket ke KRD patas non-AC dan KRD patas AC. “Padahal tidak seperti itu. Bagi calon penumpang yang tidak kebagian tiket KRD ekonomi, bisa naik ke KRD patas berikutnya,” kata Jaka.

Di Stasiun KA Cicalengka, katanya, ada pembatasan penumpang KRD ekonomi sebanyak 500 orang dengan fasilitas tujuh gerbong dan tiket Rp 1.500 per orang. “Prinsip PT KAI adalah untuk melaksanakan Undang-Undang (UU) No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian. Aturan itu sebagai standar pelayanan minimum penumpang KA untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan para penumpang,” kata Jaka.

Sumber : http://klik-galamedia.com