Antisipasi Kelangkaan di Bulan Puasa Peredaran Gas 3 kg Diperketat

by -4 views

Antisipasi Kelangkaan di Bulan Puasa Peredaran Gas 3 kg Diperketat

Jatinangorku.com – Berdasarkan keterangan yang diperoleh “GM”, Rabu (11/6), guna menjamin ketersediaan barang bersubsidi itu, Pemkab Sumedang juga berencana mengusulkan tambahan kuota ke Pertamina, melalui Hiswana Migas (Himpunan Swasta Pengusaha Minyak dan Gas).

“Angka pastinya belum, masih kita hitung. Hanya berdasarkan pengalaman sebelumnya, setiap bulan Puasa kita selalu mengajukan penambahan sebesar 20% dari kuota yang ada,” kata Kasubbag Sarana Ekonomi Bagian Ekonomi Setda Kab. Sumedang, Komar, S.E., M.E.

Saat ini, kuota gas melon yang disalurkan untuk rumah tangga dan pelaku usaha mikro di wilayah Sumedang ada di kisaran 7,8 hingga 8 juta tabung.

Kini pihaknya bersama-sama institusi terkait, selalu berupaya agar penyaluran barang bersubdisi tepat sasaran. Hal itu dimaksudkan agar ketersediaan barang tetap terjaga, dengan harga jual di tingkat eceran stabil, atau sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang sudah diatur pemerintah.

Berdasarkan, Surat Keputusan (SK) Bupati Sumedang Nomor 510/KEP.47-HUK/-2014, tentang harga jual eceran tertinggi (HET) liquefied petroleum gas tabung 3 kilogram untuk keperluan rumah tangga dan usaha mikro di Kab. Sumedang, di tingkat agen atau penyalur sebesar Rp 13.300/tabung, di tingkat pangkalan atau sub-penyalur Rp 14.600/­tabung, dan di tingkat pengecer titik serah pertama Rp 16.000/tabung.

Ketetapan harga yang sudah diatur dalam SK bupati tersebut, berlaku untuk radius 60 kilometer (KM) dari stasiun pengisian bulk elpiji (SPBE).

Harus tepat sasaran

Disebutkan Komar, kuat dugaan titik rawan penyaluran elpiji ada di tingkat pangkalan. Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau agar semua pangkalan hanya menyalurkan elpiji 3 kg untuk rumah tangga, usaha mikro atau pengecer. “Terhadap mereka juga kita tegaskan, supaya tidak menjual atau menyalurkan barang yang peredarannya diawasi ini kepada pengguna yang bukan haknya, seperti industri kecil dan usaha peternakan,” tandasnya.

Untuk efektifnya penyaluran di lapangan, pihaknya memohon bantuan kepada seluruh camat yang ada di Kab. Sumedang untuk melakukan pengawasan dan pengendalian terhadap ketentuan-ketentuan tata niaga elpiji 3 kg yang berlaku.

“Selain para camat, seluruh agen juga memiliki kewajiban untuk menginformasikan, serta turut membina dan mengawasi pangkalan termasuk subpenyalur yang menjadi mitra kerjanya. Terutama mengenai pelaksanaan ketentuan atau peraturan yang berlaku dalam tata niaga elpiji 3 kg. Sehingga, khususnya selama bulan Puasa ketersediaan gas melon tetap terjaga dengan harga yang stabil atau sesuai HET,” tegasnya.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/