Apple dan Pesimisme iPhone Terbaru

by -16 views

Apple dan Pesimisme iPhone Terbaru

Jatinangorku.com – Ternyata tak semua orang sepakat dengan strategi Apple Inc yang jor-joran meluncurkan produk canggih terbaru. Para investor kini pesimistis dengan kinerja Apple, justru setelah pabrikan itu menelurkan iPhone versi termutakhir.

Kantor berita BBC mengabarkan, saham Apple malah melorot lebih dari 5 persen setelah peluncuran iPhone 5S dan iPhone 5C. Investor tampaknya khawatir bahwa produk ini tidak dapat membantu perusahaan menaikan pangsa pasarnya di negara-negara berkembang. Pada perdagangan Rabu 11 September 2013, saham Apple di Wall Street ditutup di level US$ 467,7 atau turun 5,4 persen.

Rupanya iPhone 5C yang dibanderol US$ 740 atau sekitar Rp8 juta masih dinilai teralu mahal. Padahal ponsel pintar dengan kapasitas 16 gigabita ini termasuk varian paling murah yang pernah dirilis Apple. Para analis menilai harganya masih terlalu mahal untuk dijual di negara-negara berkembang.

 Mark Luschini, kepala strategi investasi di Janney Montgomery Scott, berpendapat Apple sulit menaikan pangsa pasar di Asia, Afrika dan Timur Tengah yang kini didominasi oleh perusahaan-perusahaan Asia seperti Samsung dan Huawei. Investor kecewa ketika harga produk termurah Apple justru tidak cukup rendah untuk menarik pasar baru.

“Kisaran harganya tidak sama dengan para pesaing Apple,” kata dia.

Sedangkan analis di BTIG Research, Walter Piecyk, masih yakin Apple bisa sukses di negara-negara maju dengan semua model iPhone yang pernah dirilis. Sebab di negara maju banyak operator telepon yang menyubsidi harga ponsel melalui sistem bundling sehingga harga produk itu seolah-olah murah. Sayangnya hal ini tidak terjadi di negara berkembang besar seperti Cina dan India.

Strategi produsen ponsel asal Asia yang membuat produk murah, meski tidak terlalu canggih, masih menarik minat konsumen. Banyak konsumen di Asia yang berharap Apple akan meluncurkan ponsel berharga murah. Sayangnya, harapan itu belum terwujud.

“Pertanyaannya, apakah Apple serius untuk terjun ke pasar negara berkembang atau memang hanya ingin berada di segmen pasar ponsel mahal saja,” kata Piecyk.

Dengan harga semahal itu, apakah iPhone 5S dan 5C bisa menuai sukses di Indonesia?

Sumber : http://id.berita.yahoo.com