Arus Balik Kembali Mengular dari Tanjakan Gentong Hingga Ciawi

by -22 views

 

Arus balik dari Tasikmalaya menuju Bandung mengalami kemacetan parah, Senin (11/7). Kali ini sumber kemacetan tak hanya kawasan tanjakan Gentong, tetapi bergeser ke Ciawi. Arus satu arah di Ciawi menimbulkan fenomena bottle neck di pertigaan SPBU Ciawi sehingga menimbulkan kemacetan.

Kemacetan yang terjadi sejak pagi terus mengular hingga ke arah Tasikmalaya di Cisayong. “Saudara saya berada di Cisayong pukul 09.30 dan baru sampai Ciawi sore hari. Padahap jarak hanya sekitr 17 km. Mobil banyak berhenti lama,” kata Budi (40), warga Jalan Cieunteung, yang menceritakan nasib familinya saat hendak balik ke Jakarta.

Lain lagi cerita Nugraha (35), warga Jalan Pamijahan. Dia mengaku melihat sebuah mobil Honda Brio dalam antrian macet di Cisayong sekitar pukul 08.00. “Mobil merah yang menarik perhatian saya itu karena dimodif, baru sampai Rajapolah sekitar pukul 10.00. Padahal dalam kondisi normal cukup ditempuh sekitar seperempat jam saja,” ujarnya.

Berbeda dengan Ciawi, arus lalu-lintas di kawasan Gentong malah lebih longgar. Namun ruas Rajapolah hingga Cipeundeuy juga sempat macet selama berjam-jam. Fenomena bottle neck di muara Lingkar Gentong juga ikut andil menimbulkan kemacetan. Namun para pengandara sedikit lebih lega. Kali ini mereka terjebak macet di jalan yang datar. Tidak di Gentong yang menanjak.

“Terjebak macet di Ciasayong hingga Ciawi masih mending lah karena jalannya datar. Coba kalau di Gentong. Bisa habis kopling atau mesin //over heat//,” kata Ari (31), warga Kawali, Ciamis, yang menempuh perjalanan balik ke Bekasi, saat ditemui t3ngah terjebak macet di Ciawi.

Warga Ciawi juga sempat dikejutkan dengan kehadiran sosok mirip komedian Bolot diantara antrian kendaraan yang terjebak macet. Sejumlah warga menghampiri sosok yang duduk di kursi depan sebuah mobil mewah itu. Mereka bersalaman dan sosok mirip Bolot hanya tersenyum. “Itu mekang Pak Bolot. Dia sendiri yang ngomong, dan sempat bercanda dengan saya,” ujar seorang ibu.