Asupan Makanan Harus Seimbang dan Sesuai Tubuh Butuh Lemak, Garam, dan Karbohidrat

by -11 views

Jatinangorku.com – Asupan makanan yang dikonsumsi manusia harus seimbang dan sesuai, yakni mencakup kebutuhan lemak, garam, dan karbohidrat. Fakta saat ini, banyak sekali makanan yang tidak memiliki keseimbangan dengan kebutuhan hidup.

Pernyataan tersebut disampaikan Director of The Centre for Nutrition and Food Sciences (CNAFS) University of Queensland Australia, Professor Mike Gidley dalam seminar sehari di Bale Sawala Unpad, Selasa (16/9). Seminar digelar Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran (Unpad) dengan tema “Food Series Technology”.

“Kami berharap, peserta seminar termasuk mahasiswa Unpad mampu mengembangkan produk makanan yang sehat dan tidak harus selalu siap saji (fast food),” kata Mike.

Sebenarnya, lanjutnya, masih ada produk makanan yang bisa menyeimbangkan kebutuhan tubuh dan tidak harus selalu menyantap makanan siap saji.

“Saya menilai, sebenarnya produk makanan sehat dan seimbang bisa lebih unggul dari makanan siap saji,” katanya.

Diakuinya, makanan siap saji memang lebih simpel, namun belum tentu sehat. Karena itu, dia menyarankan agar mahasiswa Unpad kembali pada kebiasaan awal terkait konsumsi makanan.

“Boleh saja menyantap makanan cepat saji tapi yang terpenting sehat,” ujarnya.

Sementara dosen teknologi pangan Unpad, Yana Cahyana mengatakan, industrialisasi makanan berarti memberikan sumbangsih industrialisasi yang sangat rendah.

“Kami masih bisa mengembangkan makanan, di antaranya dari buah tomat yang tumbuh secara liar, yang sebenarnya memiliki nilai nutrisi sangat baik,” ujarnya.

Bahkan Yana menilai, sangat perlu melakukan kajian buah-buahan yang ada di Australia. Sebab buah-buahan di Indonesia pun banyak yang tersisihkan produk impor. “Kami harus bisa mengkaji dan menemukan manfaatnya, karena potensinya sangat bagus,” katanya.

Di samping itu ada hubungan antara makanan dengan kesehatan. “Ada tiga faktor cakupan sehat, yakni makanan, gaya hidup, dan genetika,” katanya.

Kerja sama

Seminar digelar sebagai upaya memperkuat kerja sama keilmuan antara Australia dan Indonesia, khususnya di bidang makanan. Ini dilakukan dengan menampilkan penelitian inovatif Australia sekaligus menggambarkan kreativitas, dinamisme, dan keragaman Negeri Kanguru.

“Semoga mahasiswa Unpad dan peserta seminar lainnya mendapat informasi bermanfaat, sekaligus mengembangkannya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Counsellor Education and Science, Astrida Unpitis kepada sejumlah wartawan, Selasa (16/9).

Astrida mengatakan, seminar bertujuan untuk berbagi keahlian sekaligus pengembangan jaringan dan diharapkan i mampu meningkatkan hubungan baik antara Australia-Indonesia di bidang riset dan pendidikan.

Seminar dihadiri Dekan FTIP Unpad Dr. Mimin Muhaemin, Prof. Julian Cox (University of New South Wales).

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/