Atasi Banjir Sumedang Harus Libatkan Banyak Pihak

by -16 views

Penanganan banjir di wilayah Kecamatan Cimanggung dan Jatinangor harus melibatkan Pemkab Bandung, Pemprov Jabar, dan Pemerintah Pusat yakni Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Untuk di Jatinangor, banjir disebabkan luapan Sungai Cikeruh. Luapan itu adalah dampak dari penyempitan sungai yang ada di wilayah Kabupaten Bandung.

”Walaupun Sungai Cikeruh yang ada di Sumedang lebarnya cukup besar tapi masuk ke Kabupaten Bandung jadi mengecil. Akibatnya, ketika hujan besar, aliran sungainya terbendung di wilayah Kabupaten Bandung dan meluap di Jatinangor. Oleh karena itu, tak mungkin Sumedang mampu mengatasi banjir sendirian, Kabupaten Bandung pun harus bergerak,” kata Sekretaris Daerah Sumedang Zaenal Alimin di ruang kerjanya, Selasa 22 November 2016.

Ia mengatakan, karena alur sungainya lintas kabupaten, perlu keterlibatan pemerintah provinsi dalam penanganan banjir di Sumedang. Begitu pula dengan Kementerian PUPR selaku pengelola Sungai Citarum yang melintasi area Bandung Raya.

Mengingat penanganan banjir di Sumedang harus melibatkan berbagai pihak, Pemkab Sumedang mendukung program Pemprov Jabar dalam Rencana Aksi Multipihak Implementasi Pekerjaan (RAM IP).

Dalam program itu, kata Zaenal Alimin, kabupaten/kota di Bandung Raya termasuk Sumedang, harus mengintegrasikan kebijakan, program, dan kegiatan dalam menangani banjir yang terjadi di cekungan Bandung Raya termasuk di Sumedang.

Program itu akan dilaksanakan dengan model numerik DAS (Daerah Aliran Sungai) hulu Citarum.

”Model numerik ini sebuah perencanaan penanganan banjir yang disusun dalan satu dokumen yang harus dikerjakan oleh 5 kabupaten/kota di Bandung Raya termasuk Sumedang dari mulai penganggaran, kegiatan, dan program penanganan banjirnya disatukan dalam satu dokumen perencanaan,” ujar Zaenal.

Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Sumedang Dadang Romansah menjelaskan, ada dua langkah penyelamatan yang harus dilakukan pemerintah dalam musibah banjir langganan di Kecamatan Cimanggung dan Jatinangor.

Pertama, menyelamatkan kendaraan yang terjebak banjir di Jalan Raya Bandung-Garut, tepatnya di depan Pt Kahatex. Kedua, menyelamatkan warga yang rumahnya terendam banjir.

”Untuk menyelamatkan kendaraan yang terjebak banjir di depan PT Kahatex di Kecamatan Cimanggung, solusinya, harus segera dibangun jalan layang. Sementara untuk mengatasi banjir yang merendam pemukiman warga di wilayah Kecamatan Cimanggung, jalan keluarnya dengan melakukan normalisasi tiga anak Sungai Citarum yakni Sungai Cikijing, Cikeruh, dan Cimande,” tuturnya