Awas Beredar Ayam Suntikan, Konsumen Harus Ekstra Hati-hati

by -67 views


JATINANGOR (30/7).

Masyarakat Jatinangor khususnya dan Jawa Barat umumnya, harus lebih waspada saat membeli daging ayam. Pasalnya, saat ini dikhawatirkan beredar daging ayam gelonggongan (ayam yang disuntik dengan air agar menambah bobotnya, red) di pasaran, baik di pasar tradisional maupun pasar modern. Sebelumnya Jabar diduga telah kedatangan daging sapi gelonggongan dari Boyolali, Jawa Tengah.
Ketua Persatuan Warung dan Pasar Tradisional (Pesat) Jawa Barat, Usep Iskandar Widjaya mengatakan, seminggu menjelang bulan Ramadan lalu, Pesat Jabar dan Perhimpunan Pedagang Ayam Bandung (PPAB), dikejutkan dengan temuan daging ayam gelonggongan di daerah Rangkasbitung, Lebak, Provinsi Banten. Daging ayam tersebut merupakan daging ayam yang sengaja disuntik dengan air oleh oknum-oknum pedagang dadakan.

“Begitu mendengar kabar itu, Pesat dan PPAB langsung ke Rangkasbitung untuk melakukan pengecekan dan ternyata benar ada daging ayam gelonggongan,” jelas Usep, Minggu (29/7).

Dikatakan, daging ayam gelonggongan tersebut disinyalir beredar akibat tingginya harga daging ayam saat itu, yaitu Rp 30.000-32.000/kg. Sedangkan untuk harga jual daging ayam gelonggongan ditawarkan sekitar Rp 26.000/kg.

“Awalnya daging ayam gelonggongan itu diketahui karena harganya lebih murah. Padahal waktu itu harga daging ayam sangat tinggi. Selain itu dari fisiknya pun memang beda, dagingnya cenderung basah karena disuntik air, serta warnanya agak pucat. Cirinya hampir sama dengan daging sapi gelonggongan,” katanya.

Ditemukannya daging ayam gelonggongan di Rangkasbitung tersebut, lanjut Usep, membuat pihaknya khawatir daging sejenis akan beredar ke wilayah Jawa Barat. Sehingga pihaknya pun melakukan pemantauan di beberapa pasar tradisional. Namun sejauh ini belum ditemukan daging ayam gelonggongan tersebut di wilayah Jawa Barat.

“Daging ayam gelonggongan ini jelas berbahaya bagi kesehatan, karena kita tidak tahu apakah air yang disuntikkan itu bersih atau tidak,” katanya.

Sementara Ketua PPAB, Yoyo Sutarya mengatakan, masyarakat perlu ekstra hati-hati bila menemukan daging ayam gelonggongan di pasaran. Biasanya, daging ayam tersebut memiliki ciri-ciri dagingnya yang basah, serta ditawarkan dengan harga jauh lebih murah. Selama ini PPAB sendiri berusaha mengantisipasi daging ayam gelonggongan tersebut untuk tidak masuk ke Jawa Barat.

“Yang jelas konsumen perlu hati-hati dalam memilih daging ayam, kalau ditemukan indikasi daging ayam gelonggongan, segera laporkan pada kami, tentunya akan kami tindaklanjuti,” jelasnya.

Daging ayam gelonggongan muncul saat harga daging ayam tinggi dan biasanya ulah pedagang musiman yang ingin mencari keuntungan lebih, bukan pedagang asli. “Oleh karena itulah kita harapkan pemerintah dapat melakukan pengawasan di lapangan, karena kita khawatir harga daging ayam menjelang Lebaran tinggi sehingga beredar daging ayam gelonggongan di pasaran tradisional,” katanya.
(B.99)**

 

Sumber : klik-galamedia