Baliho Ilegal di Jatinangor Segera Dibongkar

by -21 views


JATINANGOR (GM) – Maraknya baliho di sejumlah titik di Kec. Jatinangor, Kab. Sumedang akan segera ditertikan. Baliho-baliho tersebut diduga ilegal dan dipasang secara tidak beraturan, bahkan mengancam keselamatan pengguna jalan.

Demikian disampaikan Kabid Pendapatan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kab. Sumedang, Asep Rahmat saat dikonfirmasi wartawan di Jatinangor, Kab. Sumedang, Jumat (27/7).

Menurut Asep, baliho tersebut tersebar di Jalan Raya Jatinangor, Jalan Raya Bandung-Garut, kawasan Cipacing dan Dangdeur. “Wilayah Jatinangor potensial untuk reklame. Buktinya, baliho kian marak,” ujarnya.

Dikatakan Asep, salah satu baliho berukuran besar yang terancam segera dibongkar berada di Jalan Raya Bandung Garut, kawasan Cipacing. “Ukurannya cukup besar dan dipasang sembarangan. Kini kelihatannya rapuh dan hampir tumbang. Karena membahayakan akan segera kita bongkar. Apalagi baliho tersebut juga tidak mengantongi izin,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kec. Jatinangor, Odat Rosyadi menyatakan, pihak Kec. Jatinangor tidak memiliki wewenang untuk menertibkan baliho.

Menurut Odat, penertiban baliho tidak berizin tersebut merupakan tanggung jawab Pemkab Sumedang melalui Satpol PP. “Kapasitas kecamatan dan desa hanya memberikan rekomendasi. Yang mengeluarkan izin, termasuk melakukan penertiban, ya Satpol PP Kab. Sumedang,” ujarnya.

Pihaknya hingga saat ini tidak mempunyai data pasti berapa jumlah baliho yang terpasang di wilayah Kec. Jatinangor, baik yang legal maupun ilegal.

“Pendataan belum dilakukan sejak 2 tahun terakhir ini. Namun jika pemasangan baliho ini benar-benar memenuhi aturan maka akan menjadi aset pendapatan asli daerah (PAD),” katanya.

Pantauan “GM”, baliho ukuran besar di jalan Bandung-Garut benar-benar marak. Baik baliho balon bupati dan gubernur maupun produk makanan. Baliho tersebut diduga ilegal karena pemasangannya tidak beraturan dan mengancam keselamatan pengguna jalan.

Sumber : klik-galamedia