Banjir “Disposal” Tol Cisumdawu Ancam Permukiman Desa Tetangga

by -90 views

GENANGAN banjir yang terjadi akibat Saluran Sungai Cibawang tertimbun disposal Proyek Jalan Tol Cisumdawu di Desa Sukasirnarasa Kec. Rancakalong Kab. Sumedang, telah menimbulkan keresahan dan kerugian bagi masyarakat sekitar. Bahkan jika tidak segera dilakukan penanganan serius, dikhawatirkan volume genangan banjir yang meningkat akan menimbulkan “banjir bandang” saat timbunan disposal tersebut jebol.

“Ratusan jiwa di Desa Cijeruk dan Cigendel Kec.Pamulihan, yang lokasinya berbatasan dengan genangan banjir “disposal” kini mulai resah. Sebab jika timbunan disposal yang membendung aliran Sungai Cibawang itu jebol, arusnya bisa menyeret permukiman tersebut,” kata Camat Pamulihan Kab.Sumedang, Hari Tri Santosa, Selasa (14/11/2017).

Selain mengancam jiwa dan harta berharga, juga puluhan hektar tanaman padi yang sudah berumur sekitar bulan di kawasan tersebut bisa tersapu banjir. “Karena itu, jika dalam waktu dua atau tiga hari ke depan belum ada penanganan yang baik, saya khawatir disposan yang membendung aliran tersebut akan jebol, akibat tidak kuat menahan  volume genangan air yang kian meningkat. Apalagi, saat ini intensitas hujan dibagian hulu sungai tersebut, cukup tinggi,” ujarnya.

Guna mengantisipasi berbagai kemungkinan terburuk, dia sudah memberikan peringatan bagi warga yang berada di Desa Cijeruk dan Cigendel, terutama yang jaraknya berdekatan dengan lokasi genangan banjir untuk meningkatkan kewaspadaan. Tidak hanya itu, mereka pun sudah diminta mengemas dan mengamankan barang berharga yang dimilikinya. Sehingga jika kemungkinan buruk itu terjadi, mereka bisa segera menyelamatkannya.

“Terutama saat hujan deras, mereka kita minta agar meningkatkan kewaspadaan, dari kemungkinanm terburuk, timbunan disposal yang membendung sungai tersebut, jebol,” tandasnya.

Sementara Camat Rancakalong, Suherman, mengatakan area genangan banjir “disposal” yang terjadi diwilayahnya sudah mencapai lebih dari 3 hektar. Selain memutuskan akses Jalan Alternatif Bandung-Subang Via Rancakalong, juga menyebabkan sekitar 2 hektar tanaman padi dan beberapa bangunan warga yang berada disekitarnya terendam.

“Di lokasi sudah ada penanganan. Hanya sejauh ini, hasilnya belum terlihat. Karena itu, setiap  terjadi hujan deras, maka area genangan banjir tersebut, makin meluas,” katanya.

Kejadian tersebut, sangat merugikan warga. Pasalnya aktifitas mereka yang selalu menggunakan jalan yang dihubungkan oleh Jembatan Sungai Cibawang, terganggu. Bahkan mereka pun harus menggunakan jalan lain, untuk melakukan aktifitasnya ke luar daerah. Kecuali jika bersedia mereka bisa menggunakan fasilitas perahu karet yang sudah disiapkan oleh relawan untuk menyebrang.

Hanya saja, menurut Suherman, perahu karet yang tersedia disana, hanya ada 5 perahu. Sehingga, bagi warga maupun anak-anak sekolah yang ingin menyebarangi genangan banjir itu, harus rela antri.

“Satu perahu hanya bisa menyebrangkan maksimal 4 atau 5 orang. Sedangkan warga yang ingin menggunakan fasilitas tersebut cukup banyak. Oleh sebab itu, mereka harus rela ngantri untuk menunggu giliran,” ungkapnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab.Sumedang, H.Ayi Rusmana, mengatakan, banjir yang terjadi di lokasi tersebut, bukan merupakan bencana alam. Pasalnya, genangan  banjir yang terbentuk disana, terjadi akibat adanya longsoran disposal Proyek Jalan Tol Cisumdawu, yang menyumbat aliran Sungai Cibawang.

Namun demikian, pihaknya tetap melaksanakan tugas untuk membantu warga yang terdampak banjir tersebut. “Kami bersama-sama unsur TNI, Polisi, serta Anggota Tagana (taruna siaga bencana) dan relawan lainnya, sudah membuat Posko disekitar lokasi kejadian. Dalam operasionalnya, petugas yang bersiaga di Posko tersebut, siap memberikan bantuan kepada warga selama 24 jam,” katanya.

Disebutkan Ayi, Satker Tol Cisumdawu berserta sejumlah pihak terkait, saat ini tengah melakukan berbagai upaya penanangan. “Kita berharap penanganan yang dilakukan dilokasi kejadian, dapat mengantisipasi dampak yang lebih buruk lagi. Disamping tentunya, penanganan tersebut  bisa segera ada hasilnya,” imbuhnya.

 

 

 

Sumber : http://www.galamedianews.com