Banyak Anak Usia Sekolah di Cilengkrang Buta Huruf

by -33 views

Banyak Anak Usia Sekolah di Cilengkrang Buta Huruf

Jatinangorku.com – Kuliah kerja nyata (KKN) tematik yang digagas Gubernur Jawa Barat untuk sejumlah kampus pilihan di Jawa Barat, termasuk Universitas Islam Negeri (UI) Sunan Gunung Djati (SGD) akan berakhir pada tanggal 20 September mendatang.

Sejumlah kegiatan telah digelar demi menyukseskan tema pembangunan oleh setiap kampus dengan tema berbeda. UIN SGD Bandung di Jalan Raya Cipadung, Kota Bandung sendiri menggagas tema “Pendidikan Melek Aksara bagi Masyarakat Desa Berbasis Majelis Taklim”. 

KKN tematik ternyata mampu melihat berbagai persoalan di masyaratat. Sejumlah peserta KKN UIN SGD Bandung misalnya menemukan anak usia sekolah yang tidak bisa membaca Alqu-ran dan buta huruf.

Iis Nurhayati, salah satu anggota kelompok KKN 014 UIN yang ditempatkan di Kp. Palalangon RW 06, Desa Ciporeat, Kec. Cilengkrang, Kab. Bandung kepada “GM”, Kamis (12/9) mengatakan, KKN tematik di kelompoknya berdasarkan hasil survei.

“Ternyata kita temukan banyak anak usia sekolah dasar yang masih belum bisa baca tulis Alquran dan buta huruf. Untuk baca tulis aksara dan Alquran dari kategori usia produktif, kita masih melakukan pendataan. Kalau anak-anak usia 10 tahun yang belum bisa membaca dan menulis aksara maupun Alquran ada datanya,” ujarnya, Kamis (12/9).

Menurut Isi, saat pertama kali datang ke Kp. Palalongan, tokoh masyarakat Kampung Palalangon sangat mendukung program yang dibawa kelompok KKN UIN ini. Hasil survei terhadap sejumlah tokoh masyarakat, daerah tersebut termasuk daerah dengan kesadaran akan pentingnya pendidikan yang terbilang minim.

Dikatakannya, anak-anak rata-rata baru mengenal Iqro 1 dan orang tua masih banyak yang belum bisa membaca Alquran. Hal tersebut dikarenakan kurangnya motivasi belajar dan tak ada biaya untuk melanjutkan pendidikan. “Warga sangat merespons kedatangan mahasiswa, karena di Desa Ciporeat ini semangat belajarnya sangat kurang. Banyak remaja yang memilih menikah muda,” jelasnya

Kegiatan utama yang dilakukan kelompok KKN 014 adalah mengajar anak usia SD yang dilakukan dari awal KKN sampai akhir dengan melibatkan siswa 1 SD dan 2 madrasah. Sedangkan kegiatan tambahannya pengajian dan kegiatan rutin warga.

“Fokus utama kita mengajar anak-anak usia SD, mengingat di daerah tersebut minat pendidikannya sangat minim,” katanya.

Kelompok KKN 014 terdiri atas Erni (pendidikan fisika), Hari Akbar (pendidikan agama Islam), Iis Nurhayati (perbandingan agama), Wahyu Saripuddin (manajemen kependidikan Islam), Jaelani Nurhidayat (manajemen dakwah), Novita Sari (psikologi), M. Agung Suhendra (fisika), Redi Hadiyanto (muamalah), dan Moch. Rival (sosiologi).

Program KKN tematik rencananya akan ditutup dengan pentas seni anak-anak, training motivasi, perlombaan tingkat desa, dan tablig akbar.

Sumber : http://klik-galamedia.com