Banyak Guru Belum Paham Kurikulum 2013

by -36 views

Jatinangorku.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung melaksanakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum 2013 SMA/SMK Tingkat Kab. Bandung 2014 di SMA Negeri 1 Rancaekek, sejak 15-19 September 2014.

“Bimtek wilayah 3 dipusatkan di SMAN 1 Rancaekek, khususnya bagi guru-guru yang ada di wilayah Bandung Timur. Untuk di wilayah 1 di SMAN 1 Soreang dan wilayah 2 di Ciparay dan Pangalengan,” kata Kepala SMAN 1 Rancaekek, H. Amin Wijaya kepada “GM” usai bimtek, Jumat (19/8).

Bimtek di wilayah 3 diikuti 142 peserta dan 10 instruktur dengan mencakup lima mata pelajaran. Yaitu bahasa Indonesia, sejarah, pendidikan jasmani dan kesehatan (penjaskes), matematika, dan bahasa Inggris.

“Seluruh sekolah diwajibkan menerapkan Kurikulum 2013 dengan berbagai macam ketentuannya. Kebetulan sebagian sudah menjalankan, sementara yang belum sekitar 25 sekolah,” ujarnya.

Ketentuan Kurikulum 2013 di antaranya mengenai pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP).

“Jadi ada penilaian berbeda, sehingga pendekatan metodologinya pun berbeda. Sekarang menggunakan pendekatan ilmiah. Masing-masing mata pelajaran berbeda, sesuai garapannya,” terangnya.

Amir berharap para peserta tidak hanya satu kali mengikuti bimtek. Sebab sebagian besar guru belum memahami Kurikulum 2013.

“Kami pun menyarankan, jika belum paham, segera hubungi instruktur,” kata Amin yang juga menjadi pembicara mengenai materi kebijakan.

Secara keseluruhan, bimtek berlangsung lancar dan para peserta antusias mengikutinya.

Salah satu peserta, Insan Nurul Salam (24), guru dari SMA PUQI Banjaran mengaku mendapatkan pengalaman baru.

“Saya mendapat pengalaman, karena biasanya ikut bimtek di Soreang atau Banjaran. Sekarang ikut di Rancaekek dan ketemu guru-guru yang baru,” ungkapnya.

Menurutnya, banyak guru yang belum memahami Kurikulum 2013 dan masih terpengaruh metode lama.

“Pertama proses mengajar. Jika dulu terpusat di guru, sekarang di murid. Kedua, dulu rapor hanya diisi satu atau dua lembar, tapi sekarang bisa sampai 15 lembar,” jelasnya.

Insan pun mengaku masih harus menyesuaikan diri dengan Kurikulum 2013.

Sumber : http://www.klik-galamedia.com/