Banyak Ikut Campur Pihak Lain, Harga Tanah Untuk Projek Jalan Tol Cisumdawu Jadi Tinggi

by -237 views
Banyak Ikut Campur Pihak Lain, Harga Tanah Untuk Projek Jalan Tol Cisumdawu Jadi Tinggi
Banyak Ikut Campur Pihak Lain, Harga Tanah Untuk Projek Jalan Tol Cisumdawu Jadi Tinggi

Banyak Ikut Campur Pihak Lain, Harga Tanah Untuk Projek Jalan Tol Cisumdawu Jadi Tinggi

Jatinangorku.com – Tingginya harga tanah yang terlintasi projek jalan tol Cisumdawu (Cileunyi-Sumedang-Dawuan), akibat banyak campur tangan pihak lain yang tak bertanggungjawab di luar warga pemilik lahan. Bahkan penawaran harganya tidak rasional dibanding harga pasar yang berlaku.

Kondisi itu yang menghambat kelancaran proses pembebasan lahan yang dilakukan oleh P2T (Panitia Pengadaan Tanah) Pemkab Sumedang.

“Kalau murni masyarakat pemilik lahan, penawaran harganya cukup wajar. Akan tetapi, kalau sudah ditumpangi kepentingan oknum pihak lain di luar pemilik lahan, harga tanahnya sangat tinggi hingga tidak rasional. Kondisi ini menghambat dan mengganggu kelancaran proses pembebasan lahan jalan tol,” kata Ketua P2T (Panitia Pengadaan Tanah) Pemkab Sumedang yang juga Sekda Kab. Sumedang, Drs. H. Zaenal Alimin, M.M., di ruang kerjanya, Rabu (26/2/2014).

Menurut Zaenal, di salah satu daerah yang akan terlintasi projek tol, ada harga tanah yang ditawarkan sebesar Rp 5 juta per meter persegi.

Padahal, harga pasaran di daerah itu Rp 2 juta per tumbak/14 meter persegi. Harga tanah itu mendadak mahal ketika mendengar daerahnya akan terlintasi jalur tol Cisumdawu.

“Harga tanah yang tidak rasional itu, kita pertanyakan dulu. Seandainya mereka tetap ingin harga sebesar itu, kita biarkan dulu. Mudah-mudahan warga pemilik lahan yang asli, bisa berubah pikiran. Terkadang ada warga pemilik lahan yang berubah pikiran dan akhirnya setuju dengan harga penawaran kami. Mereka yang setuju, langsung mendaftarkan ke desa dan bersedia untuk dilakukan proses pembebasan lahan,” tuturnya.

Dikatakan, penetapan harga tanah dilakukan oleh tim penaksir harga dari lembaga independen yang ditunjuk pihak Satker (Satuan Kerja) tol Cisumdawu.

Penentuan harga tanah tersebut, dihitung berdasarkan nilai nyata, yakni harga pasaran ditambah dengan berbagai biaya lainnnya. Seperti halnya biaya kompensasi dan tanah pengganti. “Intinya, harga tanahnya melebihi harga pasaran di daerah itu,” ujar Zaenal Alimin.

Lebih jauh ia menjelaskan, dalam proses pembebasan lahan, P2T hanya bertugas melakukan musyawarah dengan para pemilik lahan. Jika dalam proses muyawarah harga tidak menemui kata sepakat karena pemilik lahan menawarkan harga tinggi dan tak rasional, P2T memberikan waktu 120 hari untuk mempertimbangkan penawaran harga tersebut. Jika lewat 120 hari, mereka bisa mengajukan langsung kepada bupati.

“Seandainya penilaian bupati harganya tetap tidak rasional, baru lah uang kompensasinya dikonsinyasi atau dititipkan di pengadilan,” katanya.

Ditanya proses pembangunan tol Cisumdawu dinilai berjalan lambat karena terhambat proses pembebasan lahan, Zaenal Alimin mengatakan, P2T hingga kini melakukan proses pembebasan lahan sesuai jadwal yang ditetapkan dan berpijak pada aturan dan prosedur yang berlaku.

“Terlepas cepat atau lambatnya proses pembebasan lahan, kami tetap konsisten melaksanakannya sesuai jadwal. Hanya saja, dalam prosesnya terkadang memang ada yang menawarkan harga yang sangat mahal dan tak rasional sehingga menghambat kelancaran pembebasan lahannya. Akan tetapi, permasalahan itu tidak serta merta mengganggu jadwal yang ada,

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/