Banyak Pengurus Parpol Tak Punya KTP, Anggota DPRD Ini pun Terkejut

by -56 views

Warga di bekas genangan Bendungan Jatigede banyak yang memilih tetap memiliki KTP lama dan tak mau membuat KTP baru di tempat saat ini.

Mereka masih berharap bakal ada penambahan bantuan kerohiman sehingga masih bertahan identitas kependudukan dengan KTP lama.

Akibat penggenangan Bendungan Jatigede, sejak 2015 ada enam desa di tiga kecamatan yang dihapus.

Desa hilang ditelan air bendungan dan sebagian warganya pindah ke sekitar kawasan Bendungan Jatigede.

Atang Setiawan, anggota Komisi A DPRD asal daerah genangan Jatigede mengaku ketika ia mengumpulkan pengurus partai di tingkat desa sampai ranting di tingkat RT/RW untuk keperluan saksi di tempat pemungutan suara (TPS) pada Pilkada 2018 ternyata banyak yang belum memiliki KTP.

“Terus terang kaget juga ketika pengurus partai di tingkat dikumpulkan untuk menjadi saksi di TPS ternyata banyak yang tak memiliki KTP,” kata Atang Setiawan yang juga ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) PDI Perjuangan, Minggu (28/1/2018).

Ia mengaku sangat berkepentingan karena kalau tak punya KTP maka warga tersebut tak memiliki hak pilih saat pilkada dan pemilu nanti.

“KTP selain diperlukan untuk administrasi saksi di TPS juga untuk menggunakan hal pilih saat pencoblosan. Saat ini banyak warga di daerah bekas genangan Jatigede yang sedang mengurus KTP,” kata Atang Setiawan.

Ia pun sempat bertanya soal alasan warga tak membuat KTP baru di tempat tinggal baru  tapi justru masih memegang KTP lama.

“Ada warga asal Desa Padajaya, Wado, yang memilih tak mau mengganti KTP dengan yang baru sesuai tempat tinggal sekarang karena ada kabar bakal ada penambahan bantuan kerohiman dengan dasar KTP asal yang lama,” katanya.

Atang Setiawan menyebutkan, warga itu mengatakan untuk mengurus bantuan itu harus menggunakan KTP lama asal tinggalnya.

“Tidak jelas siapa yang menghembuskan isu itu tapi banyak warga yang tetap bertahan dengan KTP lama dan tak mau membuat KTP baru,” katanya.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcasip), Agus Seksarsyah Rasjidi, mengaku pihaknya belum mendengar ada kabar warga yang tak mau membuat KTP baru dan masih memakai KTP lama karena bakal ada bantuan tambahan kerohiman.

“Tidak ada info seperti itu mungkin harus klarifikasi ke desa,” kata Agus melalui sambungan telepon, Minggu (28/1/2018).

Menurutnya, warga di enam desa yang hilang akibat Bendungan Jatigede dan menempati pemukiman baru sudah dilakukan perekaman.

“Tidak ada peningkatan secara siginifikan pembuatan KTP dari warga sekitar genangan Jatigede menjelang PIlkada. Soalnya tahun lalu warga disana menjadi prioritas perekam untuk KTP,” katanya.

Akibat penggenangan Jatigede itu ribuan warga harus meninggalkan kampung halaman.

Enam desa itu di Kecamatan Darmaraja meliputi Desa Leuwihideung, Cipaku, Cibogo, dan Jatibungur. Desa Padajaya di Wado dan Desa Sukakersa di Jatigede.

 

 

 

Sumber : http://jabar.tribunnews.com/