Banyak Proyek Pembangunan Di Jatinangor Langgar Aturan

by -117 views

Jatinangorku.com – Untuk memastikan tertib administrasi khususnya pada beberapa proyek pembangunan di wilayah Kecamatan Jatinangor, DPRD Kab. Sumedang bersama Muspika dan aparat Pemdes Hegarmanah melakukan sidak, Selasa (16/12/2014). Sidak ber­tujuan untuk memastikan apa­kah pelaksana proyek telah me­menuhi berbagai persya­ratan se­suai aturan atau malah me­lang­garnya.
Sekretaris Komisi C, DPRD Kab. Sumedang, Dadang Roh­ma­wan mengatakan, sidak akan tetap dilakukan dan difo­kuskan ke beberapa lokasi pembangunan yang saat ini sedang berjalan. Sidak rutin dilakukan termasuk ke beberapa pembangunan di perguruan tinggi seperti Unpad, ITB dan IPDN.
“Sidak kami lakukan sebagai respons kami terhadap informasi dari masyarakat pada saat reses yang digelar baru-baru ini di kantor Kec. Jatinangor. Pada saat itu, warga berharap agar apa­pun pelaksanaan pembangunan khususnya di Dapil I (Ja­tinangor – Cimanggung) be­nar dan sesuai standar operasional procedural (SOP),” kata Dadang kepada sejumlah war­tawan di Media Center Kec. Jatinangor, kemarin.
Didampingi anggota Komisi B, Dedeh Juariah, Dadang mengatakan bahwa Hasil sidak ternyata masih ada beberapa proyek pembangunan yang terbukti menyalahi aturan. Di antaranya, pelanggaran belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
Bahkan, ujar Dadang me­nambahkan, ada pelaku pembangunan yang ternyata tak memperhatikan garis sempadan bangunan atau tak sesuai dengan sempadan jalan.
Lebih parah lagi, kata dia, masih ada pembangunan yang justru tak memperhatikan hak para pengguna jalan atau pejalan kaki.
Pembangunan, kata dia, ha­rus sesuai SOP selain tetap mem­­perhatikan Amdal, Am­da­lalin serta memberdayakan masya­ra­kat lokal.
Pantauan “KP”, sidak yang se­mula dilakukan ke salah satu pembangunan di Unpad Jati­nangor, dilanjutkan ke proyek apartemen Skyland City. Bah­kan, mereka (DPRD) pun be­ren­cana sidak ke beberapa pro­yek pembangunan perumahan di Cimanggung.
Camat Jatinangor, Asep Aan Dahlan dalam pertemuan ber­sama DPRD dan pengelola Sky­land City tersebut menyampai­kan pihaknya hanya me­nyam­paikan keluhan masya­rakat dan berharap pengembang segera merealisasikan apa­pun bentuk dampak soial pembangunannya. Ia menga­kui, sebagian ke­ingi­nan warga sudah dipe­nuhi. Ha­nya saja, ada beberapa usulan warga yang belum terealisasi seperti pengadaan tempat pemakaman umum (TPU).
Dalam kesempatan itu pun, Anggota Komisi C, Deden Doni Herlansyah mengharapkan pe­ngembang untuk bersikap trans­paran terkait apapun persoalan selama proses pembangunan

Sumber : http://www.kabar-priangan.com/