Banyak Rencana Pembangunan Projek Monumental Tertunda

by -27 views

Banyak Rencana Pembangunan Projek Monumental Tertunda

Jatinangorku.com – Berbagai rencana pembangunan projek monumental di Kab. Sumedang yang dulu sempat digulirkan, hingga kini belum terwujud juga. Padahal. berbagai projek tersebut sangat penting dan signifikan dalam menunjang pembangunan daerah maupun pariwisata.

Beberapa projek monumental yang tertunda sampai sekarang, seperti pembangunan Monumen Cadas Pengeran (MCP) di Jln. Cadas Pangeran, Kec. Pamulihan, pembangunan Tahura (Taman Hutan Rakyat) Gunung Palasari serta pembangunan Bundaran Polres di Kec. Sumedang Selatan.

“Rencana pembangunan Bundaran Polres itu sudah dari dulu, sejak zaman mantan Bupati Misbah (1998-2003). Bahkan saya sendiri yang mempunyai gagasan tersebut yang saat itu disampaikan langsung kepada Pak Misbah. Alhamdulilllah, sekarang sudah ada pembebasan lahan dan pembongkaran bangunan. Cuma sayangnya, sampai sekarang belum dibangun juga,” kata salah seorang tokoh Sumedang yang juga menjabat Ketua Pemangku Adat, Yayasan Pangeran Sumedang (YPS), R. Aom Achmad Wiriaatmadja, di Sumedang, Minggu (13/7/2014).

Menurut dia, projek monumental lainnya yang hingga kini belum terwujud, yakni rencana pembangunan kawasan Monumen Cadas Pangeran (MCP) di Jln. Cadas Pangeran di Kec. Pamulihan.

Rencana itu sudah lama digulirkan, namun sampai sekarang Pemkab Sumedang baru sebatas membuat patung Pangeran Kornel dan HW. Deandels.

“Patung tersebut dibuat zaman mantan Bupati Sumedang Don Murdono yang pembuatan dan desaign-nya dilakukan melalui sayembara,” kata Achmad.

Akan tetapi, kata dia, rencana sebelumnya tak hanya membangun patung saja, melainkan sekaligus membangun kawasan dan monumennya. Di dalam kawasan tersebut, rencananya akan dibangun MCP yang besar dan megah.

Monumen itu sengaja dibangun untuk melestarikan sekaligus mengenang sejarah nasional pembangunan Jalan Cadas Pangeran yang mengorbankan ribuan nyawa rakyat.

“Karena membangun MCP ini sangat penting, sehingga harus disegerakan. Tak sekedar membuat taman kecil di sekitar patung saja, tapi harus membangun monumen yang besar dan megah. Bahkan di dalam kawasan, akan dibangun rest area bagi wisatawan, saung budaya yang menjual berbagai cinderamata dan kerajinan rakyat, termasuk menyajikan berbagai kuliner khas Sumedang. Kami dari budayawan dan sejarawan Sumedang sudah mengajukan proposal berikut masterplan (rencana gambar) pembangunan kawasan MCP kepada bupati. Nah, sekarang bolanya ada di tangan bupati,” ujarnya.

Lebih jauh Aom Achmad menjelaskan, pembangunan monumental lainnya yakni membangun dan menata Tahura Palasari di Kec. Sumedang Selatan.

Rencana itu sudah digulirkan sejak zaman Bupati Husein (1993-1998), bahkan sudah dibuatkan Detail Enginering Desaign (DED). Namun sayangnya, projek monumental tersebut tertunda sampai sekarang. Padahal, potensi pariwisata di Tahura Palasari sangat besar.

Di dalam Tahura tersebut, bisa dibangun kebun raya mini yang ditanami banyak tumbuhan langka. Selain itu juga, dibangun kebun binatang, lengkap dengan tempat rekreasi dan sarana bermain anak-anak.

“Jika Tahura Palasari ini jadi dibangun, akan menjadi projek monumental bagi bupatinya sendiri. Sebab. Kab. Sumedang belum punya kebun binatang maupun kebun raya. Padahal, Tahura Gunung Palasari yang bersatu dengan Gunung Kunci, merupakan paru-paru kota Sumedang yang letaknya di pusat kota. Tidak ada daerah lain di Jabar yang memiliki Tahura di pusat kota, kecuali Sumedang,” ujarnya.

Relatif banyaknya rencana pembangunan projek monumental yang tertunda sampai sekarang, lanjut dia, akibat perencanaan pembangunan yang dilakukan Pemkab Sumedang hanya sebatas slogan dan retorika saja.

“Rencana pembangunan Tahura Gunung Palasari dan Monumen Cadas Pangeran hanya sebatas konsep saja. Ucapan tidak ditindaklanjuti dengan perbuatan. Akibatnya, bertahun-tahun projek monumental digulirkan, sampai sekarang belum terwujud juga,” tutur Achmad.

Sumber : http://www.pikiran-rakyat.com/