Bawaslu Sumedang Sebut Pemasangan APK di Kawasan Pendidikan Salahi Aturan

by
Bawaslu Sumedang Sebut Pemasangan APK di Kawasan Pendidikan Salahi Aturan - Ilustrasi: ngopibareng.id
Bawaslu Sumedang Sebut Pemasangan APK di Kawasan Pendidikan Salahi Aturan - Ilustrasi: ngopibareng.id

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu Kabupaten Sumedang, Ade Sunarya, merespons semaraknya baliho dan alat peraga kampanye (APK) lain di lingkungan kampus di Jatinangor.

Menurutnya, pemasangan alat peraga kampanye (APK) telah diatur dan tidak bisa di sembarang tempat.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum, ucapnya, pemasangan APK harus dilaksanakan dengan mempertimbangkan etika, estetika, kebersihan, dan keindahan kota atau kawasan setempat.

Kemudian dalam Peraturan KPU Nomor 23 Tahun 2018 Tentang Kampanye Pemilihan Umum, lokasi pemasangan APK dilarang berada di lembaga pendidikan (gedung dan sekolah).

“Melanggar UU Pemilu dan Peraturan KPU Tentang Kampanye Pemilihan Umum, bila itu tidak sesuai,” kata Ade Sunarya saat dihubungi, Sabtu (9/3/2019).

Sejumlah mahasiswa di kawasan pendidikan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, mengeluhkan, adanya pemasangan alat peraga kampanye di lingkungan kampus.

Dari pantauan Tribun Jabar, Sabtu (9/3/2019), sejumlah APK berbentuk baliho berbagai ukuran, dipasang berjajar di dekat tembok kampus Universitas Padjajaran (Unpad) atau sebelum 300 meter gerbang masuk.

Sebagian besar baliho yang terpasang di tembok tersebut merupakan, calon legislatif (caleg) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten / Kota dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.

Seorang mahasiswa, Muhamad Akbar (20), mengatakan, pemasangan baliho di sekitar kawasan pendidikan tersebut, dianggap merusak keindahan yang selama ini sudah tercipta.

“Kalau banyak banner caleg gitu kesannya kumuh, apalagi itu ukurannya besar-besar juga,” kata Akbar di sekitar Kampus Unpad Jatinangor, Sabtu (9/3/2019).

sumber: tribun