Bayi Berumur 11 Hari, Dibawa Lari Wanita Misterius dari RSUD Sumedang

by -25 views

Jatinangorku.com – Noval Ramdhani, bayi berumur 11 hari, buah hati pasangan Priatna Kurnia (21) dan Nani Maryani (21), warga Dusun Babakan Jati Kec.Tanjungsari Kab.Sumedang dibawa lari wanita misterius, Selasa (7/7/2015) pagi.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun galamedianews.com, kejadian itu bermula ketika korban kedatangan seorang wanita yang mengaku sebagai pegawai dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang, Selasa pagi. Wanita tersebut, memberi kabar bahwa anak mereka mendapatkan bantuan senilai Rp 3,5 juta, karena terdaftar sebagai warga tidak mampu.

“Pagi-pagi kami kejadatangan seorang wanita yang memakai masker seperti pegawai kesehatan. Wanita menyuruh membawa anak kami ke rumah sakit umum daerah (RSUD) Sumedang, untuk menerima bantuan Rp 3,5 juta. Katanya, bantuan itu juga akan diberikan kepada 9 bayi lainnya, yang juga terdaftar sebagai warga tidak mampu,” kata Priatana, dihadapan penyidik Polres Sumedang.

Menurut Priatna, mendapat kabar gembira itu, mereka tanpa rasa curiga atas kehadiran wanita misterius tersebut. Apalagi wanita itu tahu persis nama orangtua dan putranya serta tanggal kelahirannya. Oleh karena itu mereka pun manut saja, saat diajak bersama-sama berangkat ke RSUD Sumedang dengan naik angkot 04.

Sesampai di RSUD, wanita tersebut meminta bayinya, untuk diperiksa terlebih dahulu di laboratorium. Namun selang beberapa waktu lamanya, wanita tersebut tidak kembali lagi.

“Begitu sampai, di RSUD, dia bilang mau periksa dulu anak kami. Tapi setelah ditunggu, dia tidak kembali lagi,” katanya.

Sementara itu, hasil pemeriksaan CCTV di pos penjagaan Satpam RSUD Sumedang, terekam wanita tersebut keluar membawa bayi yang mengenakan selimut pernel warna biru lewat pintu sebelah Barat sekira pukul 11.13 WIB.

“Kalau tempat kejadian hilangnya memang di sini. Tetapi korban tidak terdaftar, sebagai pasien atau untuk menjalani pemeriksaan di RSUD. Melainkan dalam kasus ini, korban dijanjikan dan dibawa oleh seorang perempuan untuk mendapatkan bantuan, tetapi harus ke rumah sakit dulu,” kata Humas RSUD Sumedang Iman Budiman.

Kapolsek Sumedang Selatan, Kompol Dilam menjelaskan, kasus pencurian bayi tersebut memang terjadi di RSU. Tetapi sebelumnya pelaku itu membawa orang bayi dari rumahnya di Desa Jatisari Kec. Tanjungsari ke RSUD Sumedang. Dengan dalih akan mendapat bantuan dari pemerintah sebesar Rp. 3,5 juta/ perbulan.

“Jadi RSU hanya dijadikan TKP saja karena sejak dari rumah korban, pelaku sudah merayu korban dengan dijanjikan akan mendapat bantuan,” kata Dilam.

Sumber : http://www.galamedianews.com/