BBM Naik, Berikut Tarif Baru di Jawa Barat

by -10 views

Jatinangorku.com – Pemerintah provinsi Jawa Barat sudah merampungkan Peraturan Gubernur (Pergub) perihal penyesuaian tarif angkutan umum di Jabar. Hal tersebut tertuang dalam Pergub Nomer 77/2014 tentang perubahan terhadap pergub 38/2013 tentang tarif batas atas dan batas bawah.

Pergub juga mengatur tarif angkutan penumpang antar kota dalam provinsi kelas ekonomi di Jalan dengan mobil bus umum dan tarif angkutan bus kota.

“Pergub sudah rampung yang disusun oleh Dishub dan Biro Hukum,” tutur Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Jabar, Dedi Taufik kepada wartawan, Selasa (18/11/2014).

Dia mengatakan, berdasarkan rekapitulasi tarif dan kenaikan yang tertuang dalam Pergub adalah Bus Besar/Sedang tarif dasarnya naik dari Rp134.87 pada 2013 lalu menjadi Rp174,15. Sementara tarif dasar bawahnya menjadi Rp139,32 dan tarif dasar atas Rp226,40.

“Bus besar/sedang naik 29,13% jika diurai menjadi Rp7500 dari Rp5500 tahun lalu,” tutur dia.

Sementara itu, lanjut Dedi, angkutan kota mengalami kenaikan tarif dasar sebesar 33,54%. Sebelumnya tarif dasar angkutan kota Rp181,88 menjadi Rp218,60. Dengan batas bawah Rp194,31 dan batas atas Rp315,75 atau Rp6500 menjadi Rp8500.

“Untuk bus kota pelajar itu naik dari Rp1500 ke Rp2000. Sementara untuk Damri non tol naik Rp1000 dari sebelumnya Rp3000 jadi Rp4000. Dan Damri via tol menjadi Rp5500,” ucap dia.

Dedi mengungkapkan, kenaikan tarif angkutan itu sudah dihitung dengan matang sesuai dengan komponen angkutan langsung maupun tidak langsung yang diatur dalam keputusan Menteri Perhubungan per kursi per kilometernya.

Sementara Pergubnya akan langsung ditembuskan ke Organda dan kabupaten/kota setelah diteken Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan.

“Angkanya sedikit di atas pusat, karena kita memikirkan kelangsungan bisnis transportasi di Jabar,” ungkapnya.

Pihaknya juga siap melakukan antisipasi ancaman mogok massal atas naiknya BBM ini. Mogok massal, kata Dedi bisa menyebabkan transportasi lumpuh sehingga masyarakat tidak bisa melakukan aktivitas.

“Kita langsung berkoordinasi dengan pihak TNI/Polri meminta bantuan dukungan peralatan dan kendaraan mengantisipasi tak terangkutnya warga. Kita akan berusaha memberikan pelayanan agar transportasi warga tetap lancar,” ucap dia.

Sumber : http://www.inilahkoran.com/